Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 09:03 WIB
 

Waskita Akui Lalai dalam Proyek Jalan Layang

Oleh : Indra Hendriana | Kamis, 22 Februari 2018 | 17:32 WIB
Waskita Akui Lalai dalam Proyek Jalan Layang
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Waskita Karya Tbk, membenarkan kelalaian menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan kerja pada proyek jalan layang yang dikerjakan perusahaan jasa konstruksi itu.

Demikian dikatakan oleh Direktur Operasi II PT Waskita Karya Tbk, Nyoman Wirya Adnyana usai acara diskusi yang bertajuk "penghentian sementara jalan layang" di kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

"Kelalaian ada, pasti. Kami perbaiki, kelalaian itu bukan berarti tidak kita prediksi dari awal," kata Nyoman.

Nyoman mengakui perusahaan jasa kontruksi itu memiliki standar kerja seperti Instruksi Kerja (IK) dan Sistim Manajemen Keselamatan Kerja (SMK3) sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 50 Tahun 2012. Namun, tekan dia, dalam praktek, ada kekurangan dalam standar yang sudah mereka tentukan.

Seperti kecelakaan kerja pada pengerjaan Tol Bogor-Ciawi beberapa waktu lalu. Saat itu, kata Nyoman, pihaknya berdiskusi dengan pihak ahli dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Di Pasuruan Probolinggo juga sama. Tapi masih ada, apa ini namanya. Jadi ternyata ditemukan harusnya dikasih pengaku namanya. Pengaku itu harusnya dikasih dari ujung ke ujung, bukan hanya di tengahnya," ujar dia.

"Apa yang kami teori ini dulu kejadian terus kita teorikan, sudah jadi teori lalu kita praktekkan. Selalu seperti itu," ujar dia.

Selain kelalaian, lanjut dia, faktor alam juga menjadi penyumbang terjadinya kecelakaan. "Kalau menurut saya itu tadi, misalnya kecepatan angin tadi prediksi hanya 20 km/jam, ternyata kejadiannya 30 sampai 40 km/jam, ini berbeda lagi," kata dia.

Adapun proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya yang mengalami kecelakaan kerja adalah proyek Tol Becakayu. Proyek ini dikerjakan mulai 2014 dengan nilai kontrak Rp7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 kilometer.

Selian itu, crane pada proyek pembangunan jalan tol Jakarta-Cikampek II (elevated) jatuh pada 16 November 2017 dan tidak memakan korban jiwa.

Pada 29 Oktober 2017, girder proyek pembangunan jalan tol Paspor (Pasuruan Probolinggo) jatuh. Peristiwa ini menyebabkan satu pekerja tewas.

Pada 22 September 2017, jembatan proyek pembangunan jalan tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) jatuh. Korban luka 2 orang dan 1 orang pekerja tewas.

Sebelumnya, pada 4 Agutus 2017, tiang penyangga light rail transit (LRT) Palembang jatuh. Insiden ini menewaskan 2 pekerja. [jin]

Komentar

 
x