Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 07:29 WIB

WSBP Terima Pembayaran Termin Rp2,37 Triliun

Selasa, 20 Februari 2018 | 00:15 WIB

Berita Terkait

WSBP Terima Pembayaran Termin Rp2,37 Triliun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) kembali memperoleh penerimaan pembayaran termin sebesar Rp2,37 triliun dari sejumlah proyek.

Direktur Utama Waskita Beton Precast Tbk, Jarot Subana dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (19/2/2018), menyampaikan per 15 Februari 2018, perseroan kembali memperoleh penerimaan termin sebesar Rp2,37 triliun, yang berasal dari proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek nonturnkey.

"Perusahaan optimis bahwa kas operasional perusahaan dapat menunjukkan hasil yang positif pada akhir 2018," katanya.

Saat ini, ia mengemukakan, perusahaan sedang mengerjakan beberapa proyek, dan ditargetkan selesai pada 2018 ini di antaranya proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, Jalan Tol Solo-Kertosono, Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, Jalan Tol Salatiga-Boyolali, dan jalan tol lainnya di sepanjang Pantura.

Terkait nilai kontrak baru, ia memaparkan, hingga pertengahan Februari 2018 telah mencapai sekitar Rp450 miliar dan diproyeksikan hingga akhir Februari 2018 total nilai kontrak baru meningkat menjadi sekitar Rp700 miliar.

"Kontrak baru itu berasal dari pekerjaan tambahan pada sejumlah proyek antara lain Jalan Tol Semarang-Batang, Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder, Jalan Tol Cibitung-Cilincing, dan beberapa proyek yang masih dalam proses negoisasi yaitu Jalan Tol Probolinggo-Kraksaan," paparnya.

Sementara itu, lanjut dia, target total nilai kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp11,52 triliun. Sehingga total nilai kontrak dikelola sampai akhir tahun 2018 adalah sekitar Rp25,3 triliun.

Saat ini, Jarot Subana mengatakan, perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton per tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 83 batching plant dan lima quarry.

"Perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500-600 ribu ton per tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting," paparnya. [tar]

Komentar

x