Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 20 Juni 2018 | 10:36 WIB
 

Untuk Jangka Panjang, Saham BBTN Cocok

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 19 Februari 2018 | 04:05 WIB
Untuk Jangka Panjang, Saham BBTN Cocok
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) - (Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - Analis merekomendasikan saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) untuk investasi jangka panjang. Sebab, saham ini dalam posisi uptrend sejak 2014. Bagaimana strateginya?

Pada perdagangan Kamis (15/2/2018), saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) ditutup melemah Rp40 (1%) ke posisi Rp3.770. Sepanjang perdagangan Kamis, harga saham ini mencapai level tertingginya di Rp3.840 dan terendahnya di Rp3.750 per unit saham.

Associate Head of Research Reliance Securities Indonesia, Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah menilai positif tren jangka panjang saham BBTN. Saham ini dalam posisi uptrend sejak 2014 sehingga untuk investasi jangka panjang cukup baik.

"Jangka panjang di atas 6 bulan hingga satu tahun dan jangka menengah di atas sebulan dan jangka pendek di bawah sebulan," katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan konsensus, lanjut dia, harga saham BBTN sekarang sudah mendekati target harga satu tahun secara fundamental. "Ini akibat pergerakannya yang sangat signifikan pada akhir 2017. Penguatan tersebut seiring dengan Non Performing Loans (NPL) yang mulai membaik. Begitu juga dengan kredit perumahan yang tumbuh signifikan tahun lalu," papar dia.

Kemungkinan di 2018 juga, kata Lanjar, akan terus menorehkan perbaikan kinerja. Akan tetapi, beberapa analis menilai tidak begitu signifikan. Akibatnya, kisaran harga sahamnya hanya ditargetkan di Rp4.200 dalam 12 bulan ke depan alias jangka panjang dari harga saat ini yang sempat tembus Rp3.810 ke Rp3.840.

Sementara itu, secara teknikal, saham ini menunjukkan pola Elliot Wave di mana target wave-nya sudah tercapai di Rp3.800. "Hanya saja, setelah saham ini menembus Rp3.800, ada peluang penguatan lanjutan hingga ke Rp4.360 untuk jangka panjang," ucapnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, dari sisi teknikal dan fundamental, saham BBTN masih cukup baik. Jadi, target harga di Rp4.200 masih masuk akal, make sense untuk target harga satu tahun. Di awal 2018, kebanyakan analis menargetkan di Rp3.800 dalam 12 bulan ke depan.

Sekarang kebanyakan analis sudah merevisi naik target tersebut dan rata-rata di Rp4.200. "Pada saat analis menargetkan di Rp3.800, kinerja keuangan emiten untuk 2017 belum dirilis. Pada saat dirilis, analis langsung meng-update dan banyak yang memberikan target di Rp4.200," papar Lanjar.

Target tersebut, dinilai dia, sangat realistis karena untuk jangka panjang secara teknikal bisa mencapai Rp4.360 per unit saham.

Sementara itu, untuk target harga jangka pendek hingga menengah di atas sebulan, dari sisi pergerakannya, tren saham BBTN masih cenderung terkonsolidasi. Pada Rabu (14/2/2018), saham BBTN coba menembus resisten dan cukup kuat dan target berikutnya di Rp3.820. Jadi, untuk jangka pendek kalaupun terjadi penguatan cukup terbatas.

"Untuk jangka pendek-menengah perlu ada koreksi turun di saham ini agar sahamnya menjadi menarik kembali untuk diakumulasi dengan target penguatatan tadi ke Rp4.200," tuturnya.

Oleh karena itu, jika saham ini mengalami penurunan, terdapat support yang perlu dicermati. Jika sudah mencapai target resisten di Rp3.820 dan ternyata mengalami koreksi turun, support yang perlu diwaspadai di kisaran Rp3.600.

"Atau, jika saham ini sudah mencapai target di Rp3.820, potensi penurunannya lebih besar hingga 3.600 dan di level inilah para pemodal baru bisa mengoleksinya kembali untuk jangka pendek. Untuk trading pendek, di level-level 3.600-an harus sudah mulai cermati," ungkap dia.

Jika ternyata pada level tersebut saham BBTN mengalami rebound, itu menandakan pemodal boleh mengoleksi kembali. Sebaliknya, jika saham ini turun dan menembus ke bawah Rp3.600, pemodal harus menunggu lagi di kisaran support selanjutnya Rp3.420. "Secara teknikal, untuk jangka pendek-menengah, support di Rp3.600 terlihat cukup kuat," ucapnya.

Untuk saat ini, Lanjar merekomendasikan hold untuk saham BBTN. "Mengejar boleh saja tapi potensi penguatannya sudah terbatas di Rp3.820," kata dia seraya mewanti-wanti.

Soal masuknya BBTN ke indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI), menurut Lanjar menunjukkan segi penilaian secara fundamental ataupun demand-supply likuiditas saham bersangkutan cukup baik. MSCI merupakan indeks internasional atau beberapa saham yang masuk kategori dimiliki oleh para fund manager dalam portofolio mereka.

Dengan masuknya BBTN ke MSCI otomatis fundamental dan likuiditas BBTN cukup baik. Ini pasti menjadi citra positif untuk emiten BBTN. Sama kasusnya dengan yang masuk indeks saham-saham unggulan LQ45. "Jika hari ini baru masuk indeks tersebut, besoknya sudah bisa dipasatikan saham-saham tesebut mengalami kenaikan," ujarnya.

Indeks MSCI jauh di atas LQ45. Sebab, MSCI merupakan global index. MSCI diperdagangkan di luar negere melalui ETF. Di MSCI terdapat fund manager yang membuat ETF yang di dalamnya berisi saham-saham dari Indonesia.

Biasanya mereka hanya beli saham-saham indeks yang masuk daftar MSCI. Karena BBTN masuk MSCI, otomatis saham BBTN juga dibeli oleh fund manager mereka. "MSCI menunjukkan sentimen dan profil fundamental saham BBTN cukup bagus. Kalau sudah bisa masuk MSCI berarti saham tersebut bagus," ucapnya tegas.

Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas melihat positif kinerja keuangan BBTN yang telah melaporkan laba bersih sepanjang tahun 2017 sebesar Rp3,02 triliun atau naik 15,59 persen secara tahunan dibandingkan Rp2,61 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.

Pencapaian tersebut tidak terlepas dari pendapatan bunga dan penyaluran kredit dan pembiayaan perseroan. Pada tahun 2017, kredit yang disalurkan BTN mencapai Rp198,99 triliun, tumbuh 21,01 persen dibandingkan Rp164,44 triliun pada tahun 2016.

Kondisi tersebut dinilai Reza merupakan pencapaian yang sangat baik di mana BTN menunjukan hasil kinerja yang cenderung meningkat. Diharapkan pencapaian ini dapat bertahan.

"Masih adanya permintaan akan properti memberikan peluang bagi BTN untuk mempertahankan pangsa pasarnya dalam menyalurkan kredit di sektor tersebut," ungkap Reza.

Dengan pencapaian tersebut, Reza menargetkan saham BBTN di harga Rp4.700 per unit. "Target tersebut dengan adanya asumsi pertumbuhan kinerja dapat dipertahankan di kisaran 18-20 persen ke depannya," imbuh Reza. Selamat berinvestasi. [jin]

Komentar

 
x