Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 22 Oktober 2018 | 13:20 WIB

Dolar AS Nyungsep, Harga Minyak Naik Sementara

Sabtu, 17 Februari 2018 | 00:49 WIB

Berita Terkait

Dolar AS Nyungsep, Harga Minyak Naik Sementara
(Foto: ilustrasi)

INILAHCOM, New York - Harga minyak dunia bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Para trader mempertimbangkan pelemahan US$ dampak kenaikan produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Nilai tukar (kurs) untuk US$ melemah memicu komoditas yang dihargakan dalam US$ lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Dilaporkan, US$ telah turun untuk sesi keempat berturut-turut pada Kamis (15/2/2018), karena para investor mencerna sejumlah laporan ekonomi.

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan pada Kamis (15/2/2018), indeks harga produsen untuk permintaan akhir meningkat 0,4% di Januari 2018, setelah tidak berubah pada Desember 2017. Kondisi tersebut sesuai dengan ekspektasi pasar.

Dalam laporan terpisah, departemen tersebut mengumumkan bahwa dalam pekan yang berakhir 10 Februari, angka pendahuluan untuk klaim awal pengangguran disesuaikan secara musiman mencapai 230.000, meningkat 7.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, dan umumnya setara dengan perkiraan pasar.

Rata-rata pergerakan 4-minggu mencapai 228.500, meningkat 3.500 dari rata-rata direvisi minggu sebelumnya.

Sementara, kenaikan produksi minyak mentah AS terus membebani sentimen investor. Produksi minyak mentah AS mencatat rekor tertinggi sebesar 10,27 juta barel per hari, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), Rabu (14/2/2018). Saat ini, EIA memperkirakan, produksi minyak AS mencapai 11 juta barel per hari hingga akhir 2018.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik US$0,74 menjadi US$61,34 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman April naik US$0,03 menjadi ditutup US$64,33 per barel di London ICE Futures Exchange. [tar]

Komentar

Embed Widget
x