Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 13:33 WIB

Go-Jek 'Dihambat' untuk IPO, Ini Kata BEI

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Kamis, 15 Februari 2018 | 14:02 WIB

Berita Terkait

Go-Jek 'Dihambat' untuk IPO, Ini Kata BEI
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Go-Jek mengaku siap untuk mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Namun demikian, ada kendala persyaratan yang dinilai Go-Jek 'menghambat' proses IPO-nya, yakni terkait persyaratan harus untung terlebih dahulu baru bisa IPO.

Menanggapi keluhan Go-Jek ini, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat membantah hal tersebut, menurutnya Go-Jek hingga saat ini belum bertemu secara langsung dengan pihak dari otoritas Bursa, sehingga tidak mengatahui persis apa kesulitan yang dihadapi Go-Jek untuk IPO.

"Kami belum pernah diskusi serius dengan mereka. Kami enggak tahu di mana kesulitan mereka, kalau tahu kan bisa dibicarakan," kata Samsul di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Samsul bilang jika kesulitan Go-Jek adalah persyaratan keuntungan, pihak BEI siap membantu perusahaan milik Nadiem Makarim tersebut, dengan memanfaatkan pencatatan saham lewat papan pengembangan di BEI.

Seperti yang dilakukan oleh perusahaan star-up lainnya yang sudah IPO seperti PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) dan PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) yang juga masih belum mendulang untung tapi sudah bisa go-public.

Meski demikian, emiten yang masih merugi sahamnya bisa masuk ke papan pengembangan ada syaratnya. Salah satu syaratnya harus memberikan proyeksi berapa tahun akan mencetak laba.

"Memang harus ada proyeksi, kalau mau jual saham tanpa proyeksi kapan investor tahu mau untung. Itu dalam waktu 3 tahun kedepan," tambah dia. [jin]

Komentar

x