Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 18 November 2018 | 20:59 WIB

BOSS Jadi Emiten Tambang Pertama IPO di 2018

Oleh : Ahmad Munjin | Kamis, 15 Februari 2018 | 11:25 WIB

Berita Terkait

BOSS Jadi Emiten Tambang Pertama IPO di 2018
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS), resmi melaksanakan Pencatatan Saham perdana (IPO) pada Bursa Efek Indonesia 15 Februari 2018. BOSS pun menjadi emiten kedua yang mencatatkan sahamnya di bursa tahun ini dan emiten pertama IPO untuk sektor tambang.

Presiden Direktur PT Borneo Olah Sarana Sukses, Tbk (BOSS) Freddy Tedjasasmita mengatakan, langkah perseroan untuk melakukan IPO di tahun ini merupakan bagian dari visi dan misi perusahaan untuk menjadi produsen batubara yang mampu memenuhi tuntutan pelanggan yang tinggi di seluruh dunia akan batubara premium yang berkualitas tinggi (high grade) agar lebih ramah lingkungan saat digunakan sebagai pembangkit listrik.

"Sungguh merupakan suatu pencapaian besar dan bersejarah apabila hari ini kami dengan niat baik dan maksud baik, bisa mulai masuk dalam tahapan proses untuk menjadi perusahaan publik di awal tahun 2018 ini", ujarnya.

PT Borneo Olah Sarana Sukses adalah perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara yang memiliki keunikan khusus, yaitu batubara berkualitas High Grade dengan kalori tinggi serta tingkat abu (ash) dan belerang (sulfur) yang sangat rendah sehingga lebih ramah lingkungan.

Keunikan ini membuat batubara kami bisa mensuplai pembangkit listrik di Jepang dan negara lain dengan harga jual yang lebih tinggi dari patokan harga acuan Newcastle Australia.

Dalam IPO tersebut, PT Borneo Olah Sarana Sukses (BOSS) mematok harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai Rp400,- per saham. BOSS menawarkan 400 juta saham atau 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan kepada investor publik.

Dari nilai tersebutm, perusahaan berpotensi meraih dana hasil IPO senilai Rp160,- miliar. Sedangkan yang bertindak sebagai perusahaan penjamin emisi (underwritter) adalah PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Mega Capital Sekuritas.

Direktur BOSS, Widodo Nurly Sumady, menambahkan dari dana dari hasi IPO tersebut, Perseroan berencana akan memanfaatkan untuk membiayai pembangunan infrastruktur pengangkutan batubara (coal hauling) dan fasilitas pemuatan batubara (jetty).

Dana tersebut akan dimasukkan dalam belanja modal (capital expenditure/ capex) perseroan tahun ini mencapai US$16 juta.

"BOSS berharap bisa meningkatkan produksi pada tahun 2018 sebesar dua kali lipat. Tahun lalu, BOSS membukukan volume produksi sebesar 500.000 metrik ton. Per September 2017 lalu, BOSS meraih penjualan sebesar Rp 120,6 miliar. Sementara laba bersih mencapai Rp 20,8 miliar," imbuhnya. [jin]

Komentar

x