Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 02:09 WIB

BBTN Bentuk 4 Anak Usaha, Tunggu BUMN Holding

Rabu, 14 Februari 2018 | 04:39 WIB

Berita Terkait

BBTN Bentuk 4 Anak Usaha, Tunggu BUMN Holding
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta -PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk harus menunggu kajian dan pembentukan induk usaha (holding) BUMN keuangan, sebelum membentuk empat anak usaha baru senilai Rp700 miliar.

Direktur Strategi, Risiko, dan Kepatuhan BTN, R Mahelan Prabantarikso menjelaskan, perseroan masih melanjutkan proses pembentukkan perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, perusahaan manajer investasi dan pembiayaan (multifinance).

Untuk pembentukan asuransi jiwa, BTN bersama-sama dengan perusahaan asuransi umum PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) sudah memfinalisasi rencana anorganik itu. Namun perseroan masih menunggu kajian dan penataan induk usaha bidang asuransi milik BUMN.

"Di holding asuransi BUMN, saya dengar induknya Jasindo. Kami masih menunggu kebijakan untuk penataan asuransi tersebut," Mahelan di Kantor Pusat Bank BTN, Jakarta, Senin (13/2/2018).

Jika merujuk rencana anorganik Bank BTN, kata Mahelan, untuk perusahaan asuransi umum, bank berkode emiten BBTN ini berencana menggandeng PT Asuransi Binagriya Upkara.

Sedangkan untuk proses akuisisi perusahaah pembiayaan dan pembentukan perusahaan manajer investasi, permohonannya sudah disampaikan ke kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). BTN juga sedang bersiap melakukan uji tuntas (due dilligence).

Mirip dengan anak usaha, BTN juga masih menunda pemisahan atau "spin off" unit usaha syariah (UUS) karena menunggu kajian Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan Kementerian BUMN sedang mengatur perbankan syariah milik bank-bank BUMN. Hal itu sejalan dengan pembentukkan induk usaha jasa keuangan. Dengan begitu, BTN masih mematangkan rencana strategis UUS BTN sembari menunggu perusahaan induk (holding) keuangan selesai dibentuk.

Jika bergabung dalam perusahaan induk yang dibentuk Kementerian BUMN, maka BTN harus melepas UUS dan membentuk Bank Syariah sebelum digabung dengan Bank Syariah BUMN lain.

Selain itu, BTN akan melihat bank syariah BUMN lain yang akan bergabung dalam induk usaha jasa keuangan. Hingga saat ini belum ada kajian dan pendalaman mengenai penggabungan bank syariah tersebut. "Dari tiga bank syariah, yang dekat bisa jadi BNI Syariah yang sama-sama bisnis perumahan," ujar Mahelan.

Hingga 2017, aset UUS BTN mencapai Rp23,39 triliun di akhir 2017. Sejauh ini, pertumbuhan UUS BTN di kisaran 29%. [tar]

Komentar

x