Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 28 Mei 2018 | 14:59 WIB
 

Inilah Layanan Bersama PT Kioson-PT Pos

Oleh : Ahmad Munjin | Selasa, 13 Februari 2018 | 13:33 WIB
Inilah Layanan Bersama PT Kioson-PT Pos
(Foto: inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta - PT Kioson Komersial Indonesia Tbk mengumumkan kerja sama dengan PT Pos Indonesia meluncurkan Kios-Pos.

Program kemitraan ini memungkinkan mitra Kioson untuk menyediakan layanan Pos dengan pola Agenpos. Oleh karena itu, pemilik kios-kios mikro yang ada di berbagai lokasi di Indonesia memiliki peluang untuk menambah penghasilannya.

Layanan tersebut antara lain jasa kurir penjualan produk-produk Pos Indonesia seperti layanan jasa kurir (pengiriman surat-paket), Layanan Jasa Keuangan (Pospay), Penjualan Prangko dan Materai.

Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Jasin Halim mengatakan, selama ini, logistik masih menjadi permasalahan di berbagai kota di Indonesia. Di antaranya adalah kurangnya jangkauan yang luas dari penyelenggara bisnis jasa kurir.

"Melalui mitra Kioson yang lokasinya terdaftar dan bekerja sama dengan Pos Indonesia, masyarakat akan lebih mudah mengirim dan mengambil barang tanpa khawatir salah alamat. Sehingga, ini akan memudahkan proses pengiriman. Bagi mitra Kioson, hal ini merupakan peluang bisnis tambahan bagi kiosnya," ujarnya usai penandatangan kerja sama di Kantor Pos Regional IV, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Hal ini, lanjut dia, sejalan dengan komitmen perseroan dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital sehingga bisa mendorong kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital.

Dalam kaitan kerja sama ini, perseroan merogoh kocek untuk tujuan investasi, yang mencakup software, hardware, dan human capital. "Human ware menyangkut edukasi sedangkan untuk hardware kita keluarkan Rp1 miliar untuk tahap pertama yang berasal dari kas internal," papar dia.

Dia mengharapkan, kerja sama ini bisa meningkatkan pangsa pasar e-commerce yang saat ini baru mencapai 15% dari nilai total transaksi. "Kendala yang utama adalah di payment," tutur dia.

Dengan pangsa pasar tersebut, lanjut dia, e-commerce baru berkontribusi 1% hingga 1,5% terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB). Padahal, kontribusi e-commerce di negara maju seperti China sudah mencapai 15% . "Indonesia memang tertinggal, tapi ini juga justru jadi peluang bagi kita," tandas dia.

Charles Sitorus, Direktur Informasi dan Teknologi PT Pos Indonesia mengatakan, perseroan mengemban misi untuk menjadi tulang punggung bisnis e-commerce di Indonesia sesuai dengan paket kebijakan jilid 14 tentang e-commerce oleh pemerintah.

"Oleh karena itu, penting bagi kami secara selektif memilih mitra terpercaya, mempunyai bisnis jangka panjang dan tentunya memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Sitorus yang juga merangkap Kepala Proyek Sales PT Pos Indonesia.

Sitorus mengaku senang bisa bekerja sama dengan Kioson yang telah memiliki 30 ribu mitra di seluruh Indonesia. Kioson menargetkan untuk menambah mitra menjadi 50 ribu pada 2018. [jin]

Komentar

 
x