Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 21 Oktober 2018 | 04:18 WIB

Ini Galeri Investasi Pertama di Pasar Tradisional

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 12 Februari 2018 | 12:07 WIB

Berita Terkait

Ini Galeri Investasi Pertama di Pasar Tradisional
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Tasikmalaya - Galeri Investasi di pasar tradisional yang pertama di Indonesia yang terletak di Pasar Cikurubuk Tasikmalaya resmi berdiri. Galeri tersebut merupakan buah dari gawe bareng Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Reliance Sekuritas dan Universitas Siliwangi.

Peresmian Galeri Investasi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini sejalan dengan komitmen BEI untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terkait dengan Pasar Modal Indonesia.

Peresmian Galeri Investasi Pasar Cikurubuk Tasikmalaya ini dilakukan oleh Direktur Utama BEI Tito Sulistio, Direktur Reliance Sekuritas Sriwidjaja Rauf, Direktur Utama PD Pasar Resik Asep Safari Kusaeri, dan Dekan FE Universitas Siliwangi Beben Bahren, Senin (12/2/2018).

Turut hadir dalam peresmian ini Kepala Biro Sarana Investasi dan BUMD Mohammad Arifin Soedjayana, Wakil Walikota Tasikmalaya Muhamad Yusuf, dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 2 Jawa Barat, Sarwono.

Alasan pendirian Galeri Investasi di pasar tradisional adalah keberadaan pasar tradisional yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat seiring dengan peranan pentingnya dalam menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Pasar tradisional juga dikenal sebagai tempat dan pusat pemasaran produk lokal, sehingga pasar tradisional dapat menyerap banyak potensi keramaian masyarakat banyak.

Selain itu, di pasar tradisional masyarakat dapat berbaur dengan bebas, tidak membedakan tingkat ekonomi, status sosial maupun agama, serta di pasar tradisional terjadi perputaran uang dan barang yang cukup besar. Pasar tradisional juga dapat membantu menampung penyerapan tenaga kerja lokal khususnya yang tidak mempunyai keahlian khusus.

Apalagi, Pasar Cikurubuk Tasikmalaya merupakan pasar tradisional terbesar di daerah Priangan Timur, dan bahkan dapat dikatakan sebagai pasar tradisional yang terbesar di Jawa Barat. Pasar ini memiliki luas 43.120 meter persegi dengan jumlah los sebanyak 10 blok.

Pasar Cikurubuk Tasikmalaya memiliki 2.772 kios yang menjual beraneka ragam barang dagangan mulai dari makanan kecil, sayur mayur dan buah-buahan segar sampai aksesoris, dan pakaian jadi, serta menampung 2.400 pedagang.

Pengunjung pasar ini adalah warga Kota Tasikmalaya dan penduduk Kabupaten/Kota lain seperti penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis dan Kota Banjar.

Di pasar ini terdapat pedagang grosir yang menjual barang-barang partai besar untuk dijual eceran di pasar-pasar lainnya. Pasar ini berdiri sekitar tahun 1996 dan telah menjadi salah satu andalan untuk penunjang Pendapatan Asli Daerah Kota Tasikmalaya yang per 2015 berdasarkan data Badan Pusat Statistik memiliki realisasi sebesar Rp253,42 miliar.

Memperluas Inklusivitas

Sebelumnya di Tasikmalaya, BEI telah memiliki satu Galeri Investasi yang terletak di Universitas Siliwangi. Dengan penambahan satu Galeri Investasi Pasar ini maka BEI telah memiliki total 333 Galeri Investasi di seluruh Indonesia.

Galeri Investasi BEI merupakan salah satu cara BEI memperluas inklusivitas Pasar Modal Indonesia. Galeri Investasi BEI berkonsep 3 in 1 alias kerja sama antara BEI, Perguruan Tinggi dan Anggota Bursa.

Galeri Investasi BEI menyediakan semua publikasi dan bahan cetakan mengenai pasar modal yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia termasuk peraturan dan Undang-Undang Pasar Modal.

Informasi dan data yang ada di Galeri Investasi BEI dapat digunakan baik untuk tujuan akademik dan penelitian, maupun sebagai referensi dalam pengambilan keputusan saat melakukan transaksi jual dan beli Efek.

Dengan adanya Galeri Investasi BEI diharapkan dapat saling memberikan manfaat bagi semua pihak sehingga penyebaran informasi pasar modal lebih tepat sasaran.

Selain itu, keberadaan Galeri Investasi BEI dapat memberikan manfaat yang optimal bagi mahasiswa, praktisi ekonomi, investor, pengamat pasar modal maupun masyarakat umum di daerah. Sehingga, kegiatan sosialisasi pasar modal dapat dilakukan secara berkesinambungan. [jin]

Komentar

x