Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 06:24 WIB
Hightlight News

IHSG Masih Banyak Tekanan

Oleh : Wahid Ma'ruf | Senin, 12 Februari 2018 | 08:09 WIB

Wall Street Coba Menghijau

IHSG Masih Banyak Tekanan
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Untuk pekan ini, laju pergerakan IHSG masih tidak bisa jauh dari sentimen negatif pasar dunia. Tekanan yang dialami oleh Bursa Wall Street dan mulai turunnya harga minyak, batu bara serta harga komoditas global lainnya akan menjadi sentimen negatif pemberat laju IHSG.

Praktisi pasar modal, Stefanus Mulyadi Handoko menjelaskan untuk kenaikan rating Indonesia dan rilis kinerja laporan keuangan, dinilai bisa menjadi daya ungkit bagi IHSG di tengah sentimen negatif dari bursa global. "Secara teknikal IHSG masih dalam fase konsolidasi dan mulai membentuk pola downtrend channel dalam jangka pendek," katanya Minggu (11/2/2018).

IHSG berpotensi bergerak di kisaran area support 6.344 dan resistance di 6.582 pada pekan ini. Indikator teknikal Stochastic golden cross, sedangkan MACD masih bergerak turun tapi diatas centreline. Dari kondisi ini menunjukan bahwa IHSG masih berkonsolidasi bergerak mixed dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek.

Untuk pekan ini pelaku pasar mencermati rilis data perdagangan dan eksport import serta BI rate pada hari kamis. Indonesia berpeluang akan kembali mencatatkan surplus perdagangan sekitar US$700 juta untuk bulan Januari dan BI rate diperkirakan akan tetap atau tidak berubah.

Sementara dari luar negeri, agenda dan kejadian ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari para pelaku pasar.    Hari Selasa 13 Februari 2018, Rilis indeks keyakinan bisnis Australia, Rilis data inflasi Inggris. Rabu 14 Februari 2018, Rilis indeks kepercayaan konsumen Australia, Rilis data GDP Jepang, Rilis data GDP zona eropa, Rilis data inflasi, penjualan ritel dan cadangan minyak AS.

Kamis 15 Februari 2018, Rilis data pekerjaan Australia, Rilis data harga produsen AS. Jum’at 16 Februari 2018, Pernyataan Gubernur RBA Lowe, Rilis data penjualan ritel Inggris, Rilis data ijin bangunan AS.

"Walaupun fundamental ekonomi Indonesia masih cukup bagus, tapi mengingat pasar bisa volatile dan capital outflow masih cukup besar, maka diperlukan prinsip manajemen resiko yang baik."

Bagi investor, jika volatilitas meningkat dan  koreksi terjadi pada saham-saham yang berkinerja bagus, justru bisa dimanfaatkan untuk masuk di harga murah. Cermati saham-saham emiten dengan pertumbuhan kinerja yang positif dan memiliki peningkatan kinerja yang bisa dipertahankan secara konsisten. Apabila terjadi koreksi pada saham-saham tersebut gunakan sebagai kesempatan untuk melakukan akumulasi buy.

1 2

0 Komentar

Kirim Komentar


Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x