Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 08:38 WIB
 

Inilah Dampak Kenaikan Peringkat Utang RI

Oleh : Indra Hendriana | Minggu, 11 Februari 2018 | 13:11 WIB
Inilah Dampak Kenaikan Peringkat Utang RI
Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual - (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Beberapa lembaga pemerating internasional menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia. Tujuannya untuk mempertahankan peringkat utang Indonesia berada di level layak investasi dan risiko gagal bayar utang relatif lebih rendah.

Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual meminta terhadap pemerintah terus menjaga kondisi ini. Bahkan terus meningkatkan iklim kondisi di pasar saham. Dengan kondisi itu, harapannya investor baik dalam negeri atau luar negeri akan berinvestasi.

"Saya pikir kita masih salah satu yang diminati investor itu konfirmasi bahwa Indonesia semakin baik. Saya pikir dari tahun lalu paska kenaikan rating juga bullish pada investor terhadap pasar modal maupun investasi dalam negeri," kata Ekonom Bank Central Asia (BCA), David Sumual dalam sambungan telepon, Jakarta, Jumat (9/2/2018).


Sebelumnya Lembaga Pemeringkat Internasional, Fitch Ratings menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan prospek stabil.

Dengan demikian, peringkat utang Indonesia berada satu level di atas batas bawah layak investasi (investment grade). Artinya, risiko gagal bayar utang relatif lebih rendah.

Fitch menaikkan peringkat utang Indonesia karena melihat kebijakan pemerintah baik dari sisi fiskal maupun moneter sudah cukup efektif meningkatkan ketahanan ekonomi Indonesia.

Sementara lembaga yang lain, Moodys Investors Service belum mau mengikuti jejak Fitch Rating yang melakukan upgrade pada peringkat utang Indonesia.

Lembaga rating ini rupanya lebih memilih mempertahankan rating utang Indonesia di investment grade.

Hal itu karena pertimbangan profil kredit Indonesia dengan dukungan defisit fiskal yang sempit. Rendahnya utang pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan prospek pertumbuhan PDB yang sehat.

Komentar

 
x