Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 02:10 WIB
 

Bursa Eropa Menuju Level Terendah

Oleh : Wahid Ma'ruf | Jumat, 9 Februari 2018 | 18:09 WIB
Bursa Eropa Menuju Level Terendah
(Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, London - Pelemahan yang terjadi di Wall Street pada perdagangan Kamis (8/2/2018) memicu pelemahan di bursa saham Eropa pada akhir ini sebagai pelemahan terdalam untuk dua tahun terakhir.

Indeks Stoxx Europe 600 SXXP, -0,32% turun 0,5% menjadi 372,05, mengalami kerugian 1,6% dari hari Kamis. Patokan pan-Eropa sekarang berada pada jalur untuk kehilangan mingguan 4,1%, yang akan menjadi yang terbesar sejak Februari 2016.

Indeks DAX 30 Jerman DAX, -0,13% turun 0,4% menjadi 12.210,56, mengangkangi kembali dari intraday low di 12,194.89, yang melihat patokan tersebut secara singkat meluncur ke dalam koreksi. Koreksi biasanya didefinisikan sebagai pullback dari puncak baru-baru ini paling sedikit 10%.

Indeks CAC 40 Prancis PX1, -0,29% turun 0,5% menjadi 5.125,76, dan indeks FTSE 100 Inggris menyerah 0,5% menjadi 7.136,03.

Euro EURUSD, + 0,0571% naik menjadi $ 1,2268, naik dari $ 1,2249 akhir Kamis di New York.

Kelemahan di Eropa terjadi setelah ekuitas di Wall Street mengalami penurunan lagi pada hari Kamis, dengan Dow Jones Industrial Average DJIA, -4,15% jatuh lebih dari 1.000 poin. Itu adalah yang kedua kalinya minggu ini indeks blue chip AS mencatat penurunan empat digit, setelah jatuh 1.175 poin pada hari Senin saat aksi jual tersebut masuk.

Kemerosotan AS pada hari Jumat juga berlanjut ke pasar saham Asia, yang membungkus minggu terburuk mereka selama bertahun-tahun. Saham China dipalu, dengan Shanghai Composite Index SHCOMP, -4,05% tergelincir 4,1%.

Terlihat menggerakkan aksi tersebut adalah kekhawatiran kenaikan volatilitas dan kekhawatiran bahwa inflasi yang lebih cepat dari perkiraan dapat menyebabkan kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini dari yang diperkirakan. Analis juga mencatat bahwa saham di seluruh dunia mengalami pullback setelah mencetak kenaikan besar pada 2017 dan pada bulan Januari.

Faktor-faktor politik juga bisa mendorong sentimen, karena investor menunggu sebuah pemungutan suara utama untuk mencabut pemadaman pemerintah sebagian AS, yang mulai berlaku Jumat pagi setelah tenggat waktu tengah malam terlewatkan. Senat pada hari Jumat pagi melewati kesepakatan anggaran dua tahun, mengirim tagihan ke DPR untuk disetujui.

"Tampaknya jeda singkat untuk saham yang terlihat di pertengahan minggu ini ternyata adalah mata badai, karena sekali lagi kenaikan imbal hasil obligasi mendorong pertarungan penjualan lebih lanjut di seluruh papan, tidak hanya di AS tadi malam. Tapi di Asia lagi pagi ini," kata Michael Hewson, chief market analyst di CMC Markets UK, dalam sebuah catatan seperti mengutip marketwatch.com.

"Kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga tidak terbantu oleh laporan inflasi yang melonjak dari Bank of England kemarin, sementara data perdagangan terbaru China menunjukkan bahwa ekonomi China tampaknya terus berjalan dengan baik. Bahkan jika surplus perdagangan menyusut cukup tajam. sebagai hasil lompatan besar impor," tambahnya.

Saham A.P. Moeller-Maersk AS MAERSKB, -1,40% kehilangan 1,7% setelah perusahaan pelayaran Denmark melaporkan laba kuartal keempat di bawah perkiraan analis.

Bank-bank, yang merupakan salah satu saham yang paling terpukul dalam aksi jual, melanjutkan kemerosotan mereka pada hari Jumat. Indeks Stoxx 600 Banks FX7, -1,06% turun 1,2%, memperdalam kerugian mingguan menjadi 4,1%.

Pada catatan optimis, saham L'Oral SA OR, + 2,01% naik 0,9% setelah kelompok kosmetik Prancis membukukan penjualan kuartal keempat yang melonjak melampaui ekspektasi.

Produksi industri Perancis naik sedikit lebih dari perkiraan pada bulan Desember, naik 0,5%. Sementara itu, di produksi industri Inggris turun 1,3% di bulan Desember karena adanya penutupan darurat dari sebuah pipa Laut Utara yang besar.

Komentar

 
x