Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Februari 2018 | 04:35 WIB
 

Otoritas Bursa Ancam 'Tendang' 15 Emiten

Oleh : Muhammad Fadil Jailani | Jumat, 9 Februari 2018 | 15:57 WIB
Otoritas Bursa Ancam 'Tendang' 15 Emiten
Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat - (Foto: inilahcom/M. Fadil Dj)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengancam akan 'menendang' 15 emiten yang sejak 2015 belum melaporkan kinerja keuangan.

Bukan hanya itu, BEI juga mengancam akan mensuspensi transaksi emiten yang belum merilis kinerja keuangan per akhir September 2017.

Hal tersebut dikatakan Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (9/2/2018).

"Kalau menurut kriteria kami dia (emiten) harus di-delisting, maka harus di-delisting. Harus di-review lagi," tegas Samsul.

Samsul bilang suspensi terhadap emiten-emiten yang dilakukan sejak 2015 tidak hanya terkait dengan ketidakpatuhan melaporkan kinerja keuangan, melainkan ada alasan lain, seperti tidak menyampaikan keterbukaan informasi atau melanggar ketentuan BEI.

"Kalau mereka ada usaha ingin hidup dan memenuhi ketentuan, maka tidak di-delisting. Ada sekitar 10-15 perusahaan," katanya.

Samsul menegaskan, upaya menghapus emiten dari papan perdagangan tidak bisa secara serta-merta dilakukan BEI dalam kurun dua tahun pasca periode suspensi. Namun, jelas dia, otoritas masih harus mencermati going concern emiten tersebut.

"Saham mereka bisa diperdagangkan lagi kalau sudah memenuhi kewajiban, ketentuan dan comply dengan aturan," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Samsul, BEI juga berwenang untuk mensuspensi transaksi sekitar lima sampai enam emiten yang belum melaporkan kinerja keuangan hingga akhir September 2017.

"Kalau yang buku Desember 2017 jatuh temponya pada 31 Maret 2018. Diharapkan emiten tidak menunggu hingga menjelang 31 Maret," katanya.

Samsul bilang ancaman ini untuk memberikan rasa kedisiplinan bagi para emiten untuk menjalankan perusahaan yang good governance, lantaran telah menjadi perusahaan publik. Transparansi dan keterbukaan informasi penting bagi para investor. [jin]

Komentar

 
x