Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 23:43 WIB

BRI Agro Kantongi Laba Bersih Rp140 Miliar

Oleh : - | Kamis, 8 Februari 2018 | 01:11 WIB
BRI Agro Kantongi Laba Bersih Rp140 Miliar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) membukukan pertumbuhan laba bersih pada kuartal IV/2017 sebesar 36,40 persen menjadi Rp140 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp103 miliar.

Direktur Utama BRI Agro Tbk, Agus Noorsanto di Jakarta, Rabu (7/2/2018), menyampaikan bahwa ekspansi kredit yang cukup tinggi serta terjaganya biaya dana yang relatif stabil bahkan cenderung menurun mendukung pertumbuhan laba bersih perseroan.

"Efisiensi biaya operasional juga tetap terjaga dengan baik," katanya.

Ia mengemukakan bahwa penyaluran kredit hingga kuartal IV 2017 mencapai Rp10,98 triliun, naik 34,25 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp8,18 triliun.

"Dari pertumbuhan kredit itu, 65 persen disalurkan ke sektor agribisnis. Hal ini sejalan dengan fokus perseroan untuk mendukung pengembangan agribisnis di dalam negeri," katanya.

Ia memaparkan bahwa peningkatan kredit perseroan itu salah satunya didukung adanya penambahan modal melalui mekanisme "right issue" senilai Rp1 triliun dan penerbitan obligasi I senilai Rp500 miliar pada Juli 2017.

"Sementara rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) pada kuartal IV 2017 mencapai 2,59 persen, menurun dari pencapaian NPL periode sama tahun lalu yang seebsar 2,88 persen," katanya.

Dari sisi penghimpunan dana, lanjut dia, total Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan pada akhir kuartal IV 20l7 tercatat mencapai Rp12,42 triliun, tumbuh 34,67 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp9,22 triliun.

Di tengah situasi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih, Agus Noorsanto mengatakan bahwa perseroan akan terus berupaya tetap menjaga pertumbuhan kinerja salah satunya dengan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit, tetapi tetap memerhatikan target ekspansi.

"Sektor nasabah ritel menjadi salah satu target utama yang akan digarap lebih serius guna menjaga diversifikasi pembiayaan," katanya. [tar]

Komentar

Embed Widget

x