Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 27 Mei 2018 | 08:38 WIB
 

Target Aset Rp500 Triliun, BBTN Lari Lebih Kencang

Oleh : - | Senin, 5 Februari 2018 | 20:15 WIB
Target Aset Rp500 Triliun, BBTN Lari Lebih Kencang
Direktur utama Bank BTN Maryono saat membuka raker BTN 2018 di Batam - (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Batam - Tahun ini, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk ingin mendorong bisnis lebih ekspansif. Agar pertumbuhan tetap sustainable di atas rata-rata industri nasional.

"Rekam jejak pertumbuhan bisnis BTN dapat terjaga secara sustainable dalam tiga tahun ke belakang dan ini akan kita lanjutkan agar tetap terjaga di periode tahun politik 2018," papar Direktur Utama BTN, Maryono usai membuka Rapat Kerja BTN Tahun 2018 di Batam, Senin (5/2/2018).

Dalam Raker ini, seluruh jajaran mulai kepala cabang se-Indonesia, kantor wilayah dan kepala divisi, kompak berkomitmen untuk itu. Perseroan akan tetap berusaha menjadi pemeran utama dalam mendukung program satu juta rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo.

Tahun ini, kata Maryono, BTN fokus pada tahapan transformasi digital banking tahap kedua transformasi. Di mana, seluruh infrastruktur pendukung transformasi digital banking, diharapkan sudah bisa diimplementasi untuk melayani masyarakat secara mudah dan cepat. "Akan ada banyak inovasi produk dan layanan berbasis digital yang siap untuk kami pasarkan di 2018," tegas Maryono.

Maryono tetap menjamin, ekspansi yang bakal terjadi, tetap mengarah pada pemenuhan program satu juta rumah. Akan banyak produk baru di 2018 seperti kartu e-money, kartu kredit dan juga QR Payment. Produk-produk tersebut diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat zaman sekarang.

"BTN memiliki basis nasabah 7,4 juta. Ini merupakan potensi yang cukup besar. Tentunya nasabah BTN memerlukan produk tersebut," tambahnya.

Lahirnya produk-produk anyar tersebut, akan berdampak pada meningkatnya perolehan fee base income perseroan. Tahun ini, BTN menargetkan pertumbuhan fee based ini bisa naik sekitar 30%.

Dengan berbagai strategi tersebut, Maryono berharap aset BTN dapat tumbuh menjadi sekitar Rp500 triliun dalam beberapa tahun mendatang. "Kami akan lebih ekspansif lagi. Makanya kami membutuhkan modal yang besar. Ada beberapa model yang nanti bisa dipakai jika pada saatnya diperlukan. Apakah itu dengan menerbitkan subdebt, right issue atau bisa juga dengan pengurangan porsi pembagian dividen," paparnya.

Meski begitu, lanjut Maryono, langkah ini tentunya harus mendapatkan izin dari pemerintah selaku pemegang saham. "Tetapi kami tetap harus melakukan ekspansi dan optimis BTN akan tetap tumbuh sustainable, seperti rekam jejak tiga tahun ke belakang. Di mana, pertumbuhan bisnis BTN selalu di atas rata-rata industri nasional," kata Maryono.

Direktur BTN, Adi Setianto menambahkan, guna mendukung transformasi digital banking tahap kedua, BTN sudah mempersiapkan infrastruktur pendukung dengan menciptakan platform baru.

Platform ini nantinya akan menunjang kebutuhan perseroan dalam menerbitkan produk baru seperti kartu e-money, kartu kredit dan QR Payment.

Saat ini, kata Adi, BTN sedang mempersiapkan pengajuan izin lisensi penerbitan kartu e-money, kartu kredit dan QR payment ke Bank Indonesia (BI). Diharapkan, ketiga produk anyar dari BTN ini, bisa segera disetujui. "Sehingga BTN bisa menerbitkan kartu sendiri," kata Adi.

Adi mengungkapkan, untuk membangun infrastruktur IT, BTN melakukan sinergi dengan BUMN. Langkah ini demi efisiensi karena tidak perlu menyusun capital expenditure, melainkan hanya operational expenditure saja. Dana yang dianggarkan untuk operasional IT sekitar Rp500 miliar untuk dua tahun.

"Pengeluaran maintanance IT kami sesuai dengan kebutuhan saja, sehingga tidak perlu banyak mengeluarkan dana investasi. Seperti data center BTN yang juga menggandeng salah satu BUMN," jelasnya.

Untuk mengantisipasi era financial technology (fintech), Adi mengaku, BTN akan melakukan kerja sama dengan start-up lokal untuk mengembangkan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis perseroan. "Bahkan BTN rencananya akan menggelar kompetisi antar startup untuk menciptakan aplikasi yang bisa dimanfaatkan perseroan," papar Adi. [tar]

Komentar

 
x