Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 07:47 WIB

Ceruk Pasar Rp400 Triliun per Tahun

Cara Bank Bukopin Genjot Kredit Pemilikan Mobil

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 29 Januari 2018 | 14:56 WIB

Berita Terkait

Cara Bank Bukopin Genjot Kredit Pemilikan Mobil
(Foto: inilahcom/Ahmad Munjin)

INILAHCOM, Jakarta - Nilai pasar Kredit Pemilikan Mobil (KPM) secara keseluruhan di Indonesia mencapai kisaran Rp350-400 triliun per tahun. PT Bank Bukopin Tbk pun tak mau ketinggalan.

Untuk menggenjot KPM, emiten yang berkode saham BBKP itu menjalin kerja sama dengan mulfinance untuk pembiayaan kendaraan bermotor roda empat. BBKP menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersinergi dengan anak usaha perseroan, yaitu PT Bukopin Finance di Kantor Pusat Gedung Bank Bukopin, Jakarta, Senin (29/1/2018).

PKS tersebut ditandatangani oleh Didik Zaenal Faizin, Kepala Divisi Bisnis Area III Jakarta dan Tri Djoko Roesiono, Direktur Utama Bukopin Finance. Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatangan kerja sama PT Bank Syariah Bukopin dengan Bukopin Finance.

Aksi korporasi ini sejalan dengan aktivitas induk perusahaan dalam menggarap potensi kredit pemilikan mobil. Perjanjian ditandatangani oleh Saidi Mulia Lubis, Direktur Utama PT Bank Syariah Bukopin didampingi Direktur Pemasaran Bank Syariah Bukopin Aris Wahyudi.

Hadir pada acara ini jajaran direski Bank Bukopin, yakni Eko Rachmansyah Gindo, Heri Purwanto, Adhi Brahmantya, dan Rivan A. Purwantono.

Eko Rachmansyah Gindo, Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) mengatakan, kerja sama ini merupakan integrasi teknologi dengan menggunakan beberapa channel pembayaran, yaitu virtual account, ATM, SMS Banking, dan Mobile Banking. "Kerja sama ini didukung dengan aplikasi Manajemen Pengelolaan Joint Financing dan Channeling untuk kemudahan monitoring portofolio kredit," ujarnya.

Guna mengoptimalisasi kerja sama ini, Bank Bukopin akan mengimplementasikan mirroring system di kedua belah pihak. "KPM akan menjadi salah satu ujung tombak penyaluran kredit di 2018, dan ke depan, seluruh KPM di Bank Bukopin akan disalurkan melalui PT Bukopin Finance. Jadi, ke depan, tidak ada lagi proses kredit KPM yang dilakukan di Bank Bukopin maupun di Bank Syariah Bukopin," tuturnya.

Selain KPM penumpang, kata dia, kerja sama ini juga meliputi kredit kendaraan usaha. Kredit ini dapat diajukan oleh usaha perorangan atau Badan Usaha yang non-Badan Hukum maupun Badan Hukum dengan jangka waktu kredit sampai dengan 5 (lima) tahun dan plafon pinjaman hingga Rp10 miliar. "Kendaraan yang dapat dipilih pun bervariasi mulai dari privat car hingga commercial car," ucap dia.

BBKP juga memiliki mobile survey dan mobile selection sehingga proses penyaluran kredit dilakukan dengan cepat dan terseistem. "Nilai volume yang kita tagetkan tahun ini, pertumbuhan kredit KPM Bank Bukopin di kisaran Rp1 triliun hingga Rp1,5 triliun baik melalui produk konvensional yang ada di Bank Bukopin maupun produk syariah yang ada di Bank Syariah Bukopin," ungkap dia.

Lebih jauh Eko melihat, multifinance merupakan satu pangsa pasar yang besar di Indonesia. "Dalam riset internal Bank Bukopin, setiap bulannya kurang lebih Rp30 triliun di multifinance. Dengan demikian, total market dalam setahun sebesar Rp350-400 triliun," tandas dia.

Oleh karena itu, Bank Bukopin sebagai salah satu bank lokal 10 besar di Indonesia, ingin berpartisipasi dalam pemberian kredit melalui multifinance melalui kerja sama dengan Bukopin Finance sebagai anak usaha.

Dengan market yang besar tersebut, lanjut dia, pihaknya mengidentifikasi ternyata 10 besar perusahaan multifinance di Indonesia mengontrol 61% dari total pasar. Dari 10 besar tersebut, enam besar perusahaan multifinance di-back up oleh industri perbankan. Semetara empat sisanya, di-back up oleh Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM).

Dengan kerja sama ini, Bukopin sebagai lembaga perbankan mendukung anak perusahaan yang bergerak di multifinance. "Ini bukan merupakan model bisnis baru di Indonesia karena sudah dikembangkan oleh bisnis bank-bank besar lain. Ini adalah strategi kami ke depan untuk meningkatkan portofolio kredit ritel sehingga kredit yang diberikan lebih tepat sasaran dan pengelolaan kredit tersebut dilakukan secara sistem," imbuhnya. [jin]

Komentar

x