Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 05:29 WIB

Pesanan Baja Swasta Minim

Pendapatan Mitra Pemuda Tergerus 26,6%

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 26 Januari 2018 | 14:15 WIB

Berita Terkait

Pendapatan Mitra Pemuda Tergerus 26,6%
Direktur Utama Mitra Pemuda, Bisman Novel Simatupang, dalam paparan publik perseroan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta - (Foto: Inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - Kondisi eksternal yang kurang kondusif membuat kinerja PT Mitra Pemuda Tbk mengalami penurunan sepanjang tahun 2017.

Pendapatan emiten berkode saham MRTA di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut merosot tajam sebesar 26,68%.

"Usaha perusahaan mengalami penurunan 26,09% menjadi Rp245,68 miliar di 2017 dari posisi pendapatan Rp332,41 miliar di akhir 2016," ungkap Direktur Utama Mitra Pemuda Bisman Novel Simatupang, dalam paparan publik perusahaan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, (26/1/2018).

Bisman bilang, merosotnya pendapatan perseroan lebih disebabkan oleh masih rendahnya investasi yang dilakukan pihak swasta dalam membangun infastruktur, sehingga permintaan baja dari swasta mengalami penurunan.

Adapun untuk perolehan komposisi kontrak, perseroan telah meraup proyek-proyek BUMN sebesar Rp97,58 miliar atau naik 31% dari posisi Rp65,94 miliar di akhir 2016.

Sedangkan untuk proyek-proyek yang berasal dari non BUMN tercatat Rp65,94 miliar atau turun 29% dari Rp173,8 miliar di 2016.

"Industri swasta yang masih menahan investasi menjadi kontributor penurunan pendapatan perseroan. Sementara proyek konstruksi pemerintah memiliki jangka waktu proses yang lebih panjang, sehingga kami membatasi dalam mengerjakan proyek yang berasal dari perusahaan konstruksi negara," jelas Bisman.

Meski mengalami kemerosotan laba, Bisman bilang perkembangan usahanya yang bergerak dibidangjasa kontruksi infastruktur khususnya kontruksi baja telah sejalan dengan program pemerintah dalam mengurangi kesenjangan infrastruktur antardaerah.

"Hal ini penting sebagai kontribusi atas peningkatan produktivitas dan efisiensi yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi," kata Bisman.

Sementara itu, Direktur Keuangan MTRA Bennedict Edeli menyatakan telah melakukan berbagai efisiensi di tahun lalu guna mengurangi rugi yang lebih mendalam.

Sebagai langkah antisipasi, perusahan telah mencanangkan program efisiensi sejak awal 2016 lalu yang mencakup tidak hanya pengelolaan proyek akan tetapi juga dalam pengendalian biaya operasional.

Langkah efisiensi lainnya meliputi intensifikasi pelanggan dari yang telah ada saat ini, meneruskan kajian terhadap struktur biaya di proyek. Sehingga tidak hanya dapat lebih kompetitif dalam tender-tender yang akan diikuti. Akan tetapi juga dapat membuat pelaksanaan proyek yang sedang berjalan dapat lebih menguntungkan. [jin]

Komentar

Embed Widget
x