Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:46 WIB
 

Mirip Bitcoin, Aladin Coin Masuk Indonesia

Oleh : - | Jumat, 26 Januari 2018 | 09:30 WIB
Mirip Bitcoin, Aladin Coin Masuk Indonesia
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Mirip Bitcoin, kini muncul Aladin Coin, produk mata uang digital atau cryptocurrency yang dikeluarkan Aladin Capital, perusahaan investasi asal Amerika Serikat (AS).

Dalam hal ini, Aladin Coin bakal dipergunakan sebagai mata uang digital internasional dalam berinvestasi. Indonesian Leader of Aladin Capital, Shandy Saputra kepada wartawan di Jakarta, Kamis (25/1/2018), mengatakan, saat ini, ada ribuan mata uang kripto, tapi banyak yang abal-abal atau scam. Namun ia menjamin Aladin Coin berbeda. "Aladin Capital memiliki jaminan di HSBC senilai 1 miliar dolar AS, ini bisa menjadi jaminan kepada calon investor yang akan menginvestasikan dananya dalam Aladin Coin," ujar Shandy.

Berbeda dengan Bitcoin, lanjutnya, tidak semua orang bisa langsung membeli Aladin Coin. Mereka yang ingin bergabung harus membeli produk membership yang terdiri dari beberapa level mulai dari Starter sampai dengan VIP, mirip Multi Level Marketing (MLM). "Kenapa tidak semua orang bisa beli?, ini demi menjaga stabilitas, atau safety, jadi tidak bisa orang ramai-ramai beli, lalu ramai-ramai jual," ujarnya.

Untuk menjadi member di level terendah yaitu Starter dimulai dengan investasi sebesar US$180 atau sekitar Rp2 juta. Nantinya, selama 180 hari atau enam bulan, pemegang member akan mendapatkan keuntungan sebesar 0,83 persen setiap harinya. Setiap level memiliki jangka waktu dan keuntungan yang berbeda-beda.

Ia mengakui, saat ini Bitcoin pun dilarang digunakan sebagai alat tukar atau mata uang di Indonesia. Namun menurutnya, suatu saat nanti pasti akan diperbolehkan. Kemudian level trainee sebesar US$500, basic US$1.000, premium US$2.500, pro US$8.000, pro + US$20.000, pro x US$2 50.000, dan VIP US$100.000.

Mirip seperti MLM, investor bisa mencari generasi selanjutnya dan akan mendapatkan keuntungan sebesar lima persen. Kata Shandy, Aladin Capital mengelola uang yang masuk ke berbagai instrumen investasi lainnya seperti pasar modal, logam mulia, hingga pasar komoditas.

Setelah menjadi member, baru investor diperbolehkan membeli Aladin Coin dari dana yang dimilikinya. Pada 2017 harga untuk 1 keping Aladin Coin masih di harga US$1. Tahun ini, diperkirakan meningkat menjadi US$20 dan diyakini bisa mencapai level US$10.000, atau sekitar Rp135 juta per koin pada 2026. [tar]

Shandy mengatakan, Indonesia memang belum memperbolehkan mata uang digital. Namun ia yakin pada suatu waktu akan bisa diterapkan. "Menteri Keuangan kan melarang Bitcoin, kami juga setuju, karena memang belum ada regulasinya, itu akan merugikan negara, tapi nanti suatu saat pasti akan bisa digunakan," ujarnya.

Menurutnya, saat ini jika seorang member mau mencairkan koinnya, bisa dilakukan ke rekening rupiah. "Jadi misalnya untuk belanja online di Indonesia memang belum bisa langsung bayar pakai Aladin Coin, tapi dikonversi dulu ke rupiah," ujarnya.

Chief Operating Officer (COO) Aladin Capital, Eric Nguyen menjelaskan, Aladin Coin baru dibentuk pada November 2017 di Amerika Serikat (AS).

Lalu ia membawa Aladin Capital ke negaranya dan di Vietnam ia mengaku Aladin Coin berkembang pesat. "Aladin Capital adalah anak usaha dari Aladin Trust di Swiss yang sudah teregistrasi sejak 2002," ujarnya.

Aladin Coin bahkan berencana mendirikan ATM khusus Aladin Coin jika nantinya sudah diperbolehkan pemerintah Indonesia sebagai alat transaksi. Pasalnya, saat ini belum ada izin dari lembaga yang berwenang seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).

Komentar

 
x