Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 09:04 WIB

Optimis 2018, AALI Ancang-ancang Bikin Pabrik Baru

Kamis, 25 Januari 2018 | 10:50 WIB

Berita Terkait

Optimis 2018, AALI Ancang-ancang Bikin Pabrik Baru
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Malang - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang 2017. Produktivitas perusahaan terkerek kenaikan produksi TBS (tandan buah segar) maupun minyak mentah sawit (CPO).

"Sepanjang tahun ini, industri kelapa sawit menunjukkan kinerja yang positif, ke depan kami optimistis industri ini akan semakin berkembang," ujar Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk yang berkode emiten AALI, Santosa di Malang, Jawa Timur, Rabu (24/1/2018).

Pada 2017, papar Santosa, produksi CPO (Crude Palm Oil) naik menjadi 1,634 juta ton ketimbang 2016. Kenaikan ini dipicu membaiknya produktivitas dari kebun inti maupun plasma, salah satunya adalah produksi dari petani mitra. Kondisi ini didukung juga faktor cuaca.

Produksi tandan buah segar (TBS) dari perkebunan inti dan plasma juga mengalami peningkatan dari 4,873 juta ton pada tahun 2016 menjadi 5,225 juta ton pada tahun 2017. Industri kelapa sawit juga diuntungkan dengan peningkatan harga rata-rata CPO dari Rp 7.768,0 per kilogram pada tahun 2016 menjadi Rp 8.271,0 per kilogram.

Berbagai keunggulan AALI, misalnya, dalam hal Riset dan Pengembangan, tetap harus dipertahankan. Diharapkan bisa memiliki core competence dibandingkan perusahaan-perusahaan lain.

Santosa bilang, Astra Agro terus melakukan serangkaian inovasi untuk menemukan model terbaik dalam mencapai tingkat produktivitas yang lebih tinggi. Peningkatan produktivitas ini dilakukan dengan meneruskan program yang sudah berjalan seperti program mekanisasi dan otomasi, penelitian untuk pengembangan benih unggul, peremajaan tanaman (replanting) serta melanjutkan operasi industri hilir yang sudah berjalan.

"Astra Agro juga terus berinovasi melalui berbagai strategi yang inovatif lainnya, seperti pengembangan kerjasama dengan kebun masyarakat sekitar dan meningkatkan volume penjualan melalui pembelian CPO eksternal," ujar Santosa.

Tahun ini, lanjut Santosa, Astra Agro bakal menambah 1 pabrik kelapa sawit (PKS) baru di Kalimantan Selatan. Pabrik ini berkapasitas produksi 45 ton per jam. Nantinya akan dikerek naik hingga 60 ton per jam.

Pembangunan PKS baru ini, kata Santosa, ditujukan untuk mengolah hasil kebun inti baru yang akan masuk ke usia tanaman menghasilkan di tahun 2019 serta menangkap peluang peningkatan pasokan TBS dari perkebunan plasma maupun mandiri yang ada di sekitarnya.

Tahun lalu, AALI meresmikan pabrik percampuran pupuk (NPK blending plant) yang berlokasi di Bumihardjo, Kalimantan. Kehadiran pabrik tersebut dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan terhadap pupuk secara efektif dan efisien.

Selain itu, AALI juga akan melakukan replanting pada beberapa kebun inti untuk menjaga produktivitas kebun sawit. Selain itu, Astra Agro juga akan mengembangkan bisnis trading CPO. Diharapkan pola tersebut dapat meningkatkan kapasitas penjualan produk CPO, baik itu melalui program kemitraan dengan kebun rakyat maupun swadaya.

"Kita juga telah melakukan diversifikasi usaha pengembangan peternakan sapi dalam bentuk pembibitan (breeding) dan penggemukan (fattening). Pengembangan peternakan sapi ini menangkap peluang dari pemerintah dalam program integrasi sawit sapi. Untuk jangka panjang, lini bisnis peternakan sapi diharapkan bisa menjadi salah satu unit usaha yang kompetitif," papar Santosa. [tar]

Komentar

Embed Widget
x