Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 00:05 WIB

Isu AS Naikkan Produksi, Harga Minyak Terkapar

Oleh : - | Sabtu, 20 Januari 2018 | 10:45 WIB
Isu AS Naikkan Produksi, Harga Minyak Terkapar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, New York - Harga minyak dunia turun pada akhir perdagangan di New York Mercantile Exchange dan London ICE Futures Exchange, Jumat waktu setempat (19/1/2018). Khawatirkan kenaikan produksi Amerika Serikat (AS).

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari harganya turun US$0,58 menjadi menetap di US$63,37 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara patokan global, minyak mentah Brent North Sea, untuk pengiriman Maret harganya turun US$0,70 menjadi ditutup pada US$68,61 per barel di London ICE Futures Exchange.

Badan Energi Internasional (IEA), dalam laporan bulanannya, memperingatkan bahwa produksi yang meningkat pesat di Amerika Serikat dapat mengancam keseimbangan pasar.

Di sektor ekonomi, jumlah rig yang beroperasi di ladang-ladang minyak AS turun lima rig menjadi 747 rig, namun rig gas naik dua rig menjadi 189 rig, menurut laporan mingguan perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes pada Jumat (19/1/2018).

Sementara itu, media melaporkan Bank of America Merrill Lynch dan Morgan Stanley menaikkan perkiraan harga minyak mentah awal pekan ini, dan Goldman Sachs mengatakan risiko-risiko harga melampaui target saat ini meningkat.

Bank of America Merrill Lynch pada Senin (15/1) menaikkan perkiraan harga Brent 2018 menjadi US$64 per barel dari US$56, dan memproyeksikan defisit 430.000 barel per hari (bpd) dalam produksi minyak dibandingkan dengan permintaan tahun ini. Demikian dikabarkan kantor berita Xinhua. [tar]


Komentar

x