Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 01:58 WIB
 

OJK Sosialisasikan Nabung Saham hingga Pelosok

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 02:15 WIB
OJK Sosialisasikan Nabung Saham hingga Pelosok
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Padang - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat menyosialisasikan gerakan nabung saham hingga ke tingkat nagari atau desa untuk mengenalkan investasi di pasar modal kepada masyarakat.

"Masyarakat perlu diedukasi agar lebih bijak dan cerdas mengelola keuangan, salah satunya dengan berinvestasi di pasar modal," kata Pelaksana Tugas Kepala OJK Sumbar Darwisman di Padang, Rabu (10/1/2018).

Dua nagari yang dijadikan lokasi sosialisasi nabung saham adalah Nagari Kumanis, Kecamatan Sumpur Kudus, Kabupaten Sijunjung dan Nagari Sumani, Kecamatan X Koto, Kabupaten Solok.

Sosialisasi itu digelar OJK bekerja sama dengan Bursa Efek Indonesia, Galeri Investasi Syariah IAIN Batusangkar, serta PT Indo Premier Sekuritas pada 9-10 Januari 2018.

"Hal ini sejalan dengan implementasi dua poin dari Nawacita yang dicanangkan pemerintah, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah serta mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik," kata Darwisman.

Ia menyebutkan hingga Desember 2017 jumlah investor asal Sumbar yang menanamkan uang di pasar modal mencapai 8.724 investor dengan nilai aset saham Rp611 miliar dan aset nonsaham berupa sukuk, obligasi, reksadana mencapai Rp1,01 triliun.

Ia menyampaikan masyarakat dapat menanamkan dananya dan mengambil keuntungan di pasar modal lewat instrumen saham, obligasi ritel atau ORI, sukuk, reksadana serta instrumen efek lainnya.

Ia menuturkan kepemilikan atas saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia menciptakan keuntungan secara finansial bagi pemegang saham.

Darwisman memberi contoh saham BRI pada awal 2017 berada pada kisaran harga Rp2.400 per lembar dan pada akhit 2017 saham BRI diperdagangkan di level harga Rp3.600 per lembar atau mengalami kenaikan sebesar Rp1.200 per lembar setara dengan 50 persen.

"Seandainya pada awal 2017 kita memiliki 5.000 lembar saham BRI, atau senilai Rp12 juta maka dengan kenaikan sebesar 50 persen selama tahun 2017, saham BRI yang kita miliki pada akhir tahun akan menjadi Rp18 juta," ujarnya.

Ia menambahkan pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif jitu dalam pengembangan pembangunan ekonomi di Indonesia karena keberadaannya yang semakin berkembang dan kebutuhan perusahaan terhadap modal dapat terealisasi lewat pasar modal. [tar]

Komentar

 
x