Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 05:27 WIB

Genjot Fee Based Income, BTN Luncurkan e-Panjar

Oleh : - | Kamis, 11 Januari 2018 | 00:15 WIB
Genjot Fee Based Income, BTN Luncurkan e-Panjar
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk meluncurkan aplikasi "e-Panjar" atau pembayaran biaya panjar pengadilan secara elektronik, yang diharapkan dapat turut mendongkrak pendapatan berbasis komisi (fee based income) perseroan.

Direktur Perbankan Komersial BTN Oni Febriarto R di Jakarta, Rabu (10/1/2018), mengatakan melalui e-Panjar, masyarakat dapat membayar biaya panjar perkara dengan praktis, kapan saja dan secara tepat. Sementara, pengadilan juga diharapkan dapat lebih mudah mengelola aspek keuangan.

"Ini proyek percontohan (pilot project) dukungan BTN terhadap kelancaran dan ketepatan proses pembayaran biaya panjar perkara kepada seluruh lembaga peradilan di Indonesia. Kami berharap, pengembangan aplikasi serupa dapat diterapkan oleh lembaga peradilan lainnya," kata Oni.

Adapun, biaya panjar perkara merupakan biaya uang muka untuk pengajuan permohonan atau gugatan agar diproses di Pengadilan Negeri (PN). Sebelumnya, biaya tersebut dibayarkan dan dikelola secara manual untuk keperluan bea administrasi dan biaya operasional persidangan.

BTN sebelumnya telah bermitra dengan PN Cibinong yakni dalam hal pengelolaan dana untuk mendukung kegiatan operasional di institusi tersebut. BTN juga telah menggandeng Mahkamah Agung (MA) untuk memberikan beberapa jasa dan layanan perbankan.

Layanan BTN itu antara lain kerja sama layanan kredit pemilikan rumah (KPR) untuk seluruh pejabat dan karyawan di lingkungan MA, pengelolaan dana operasional, hingga layanan pembayaran untuk kemudahan transaksi dan layanan perbankan lainnya.

BTN juga telah menggandeng badan peradilan lain di bawah MA seperti Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Tata Usaha Negara di seluruh wilayah kerja BTN.

Dari berbagai jasa dan layanan perbankan yang ditawarkan BTN, perseroan mencatatkan penghimpunan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) tumbuh 31,68 persen secara tahunan (year-on-year.yoy) per November 2017.

Merujuk laporan keuangan perseroan per November 2017, emiten bersandi saham BBTN itu telah menghimpun pendapatan komisi senilai Rp1,45 triliun. [tar]

Komentar

Embed Widget

x