Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:43 WIB
 

PLN Siap Tawarkan Obligasi Global Rp20 T

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 8 Januari 2018 | 18:55 WIB
PLN Siap Tawarkan Obligasi Global Rp20 T
Direktur Utama PLN Sofyan Basir - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) berencana untuk mengeluarkan obligasi global berdenominasi rupiah senilai Rp20 triliun.

Rencanya aksi korporasi ini bakal dilakukan pada kuartal II tahun ini. Ketika ditanya terkait apa nama obligasi yang bakal dikeluarkan PLN, Direktur Utama PLN Sofyan Basir masih merahasiakan hal tersebut.

"Ya namanya apakekbiar tidak Komodo lagi. Cacing Bond, Nasi Goreng Bond, atau Setrum Bond. Niatnya ada (menerbitkan)," kata Sofyan saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (8/1/2017).

Satu-satunya perusahaan listrik nasional ini berencana akan menawarkan surat utang jangka panjang itu sekitar US$1 miliar sampai US$2 miliar. Dalam rupiah, Sofyan menghitungnya sekitar Rp10 triliun hingga Rp20 triliun.

"Iya US$1 miliar-US$2 miliar atau sekitar Rp10-20 triliun," ujar Sofyan.

Targetnya, kata Sofyan, penerbitan surat utang ini akan dilakukan pada kuartal II-2018. Dia pun berharap bahwa bunga atau kupon surat utang yang dirilis PLN akan lebih rendah dibanding obligasi yang dikeluarkan PT Jasa Marga dengan nama Komodo Bond sebesar 7,5%.

"Mudah-mudahan sebelum Juni ini. Jadi di kuartal II. Bunganya bagusnyasihdi bawah Komodo (Bond) ya, harapannya begitu," terangnya.

Lebih jauh mantan Direktur Utama Bank BRI ini mengungkapkan, dana hasil hajatan penerbitan obligasi ini bakal digunakan untuk memenuhi kebutuhan investasi perusahaan dan penambaham biaya operasional sepanjang tahun 2018.

"Kita mau coba karena kita kan butuh rupiah. Siapa tahu rupiahnya bisa diambil dari luar (negeri). Kalau komitmen pendanaan dalam dolar AS kan sudah ada. Apalagi takut keterbatasan di dalam negeri, perbankan nasional pasti ada," tutur Sofyan.

Dia meyakini bahwa penerbitan surat utang sekitar Rp20 triliun ini tidak terlampau besar bagi perusahaan yang membukukan aset senilai Rp1.300 triliun itu. Pihaknya akan berdiskusi mengenai hal ini kepada Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Aset PLN kan Rp1.300 triliun. Proyek kita saja Rp2.000 triliun dalam 5 tahun. Jauh memang kebutuhannya, karena kalau Rp 2-5 triliun kan cukup dari bank lokal," katanya.

Komentar

 
x