Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:32 WIB
 

9 Bulan 2017, Medco Kantongi Laba US$164,3 Juta

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 8 Januari 2018 | 07:19 WIB
9 Bulan 2017, Medco Kantongi Laba US$164,3 Juta
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi) mengumumkan laba bersih sebesar US$164,3 juta dengan kenaikan volume produksi minyak dan gas sebesar 38,3% untuk periode yang berakhir 30 September 2017.

CEO Medco, Roberto Lorato, mengatakan bahwa penguatan hasil kinerja operasi, yang dipadukan dengan keberhasilan upaya efisiensi biaya, dapat memungkinkan Perseroan untuk merealisasikan keuntungan secara penuh dari harga komoditas yang membaik.

Dia menerangkan, produksi Minyak dan Gas sebesar 88,3 MBOEPD atau 38,3% lebih tinggi dibandingkan tahun lalu didorong oleh performa yang baik dari South Natuna Sea Block B setelah diakuisisinya asset ini pada Q4 2016 serta berlanjutnya penjualan gas yang cukup tinggi dari aset di Senoro.

Sementara itu, pembangunan di Blok A, Aceh berjalan dengan baik dengan konstruksi keseluruhan mencapai 66,7% pada November 2017 dengan Central Processing Plant sekarang hampir 90% selesai.

"Perseroan baru-baru ini meningkatkan kepemilikan efektifnya di perusahaan afiliasi Medco Power Indonesia ("MPI"), dari 49,0% menjadi 88,6%. MPI adalah produsen IPP yang saat ini mengoperasikan lebih dari 526MW kapasitas terpasang gross, seiring dengan operasi komersial pembangkit listrik tenaga panas bumi Sarulla Unit 1 pada bulan Maret 2017 dan Unit 2 pada bulan Oktober 2017," jelas dia di Jakarta, Minggu (7/1/2018).

Dengan posisi keuangan MPI akan dikonsolidasikan mulai periode Q4 2017 kedepan. Sementara itu, afiliasi pertambangan Perseroan, PT Amman Mineral Nusa Tenggara ("AMNT"), juga dinilai terus mencatatkan kemajuan yang baik di pengembangan pabrik peleburannya dengan menyelesaikan studi kelayakan dan semakin mendekati penyelesaian rencana re-financing.

"Total pendapatan sebesar US$597,5 juta, meningkat sebesar 52,6% dibandingkan tahun lalu diakibatkan produksi yang lebih tinggi dan kenaikan harga komoditas," ujarnya.

Rata-rata harga realisasi menjadi sebesar US$49,5/BBLS (+25,2% dari tahun lalu) untuk harga minyak dan US$5,5/MMBTU (+31,9% dari tahun lalu) untuk harga gas. Adapun, perseroan mencatat laba bruto sebesar of US$300,2 juta dengan marjin laba bruto sebesar 50,2%.

"Perseroan terus menitikberatkan cash costs sebagai fokus, di mana unit cash costs yang tercatat selama 9M 2017 sebesar US$8,1/BOE, sesuai dengan komitmen perseroan untuk di bawah US$10/BOE sampai tahun 2020," terangnya.

Sedangkan, EBITDA meningkat sebesar 72,6% dibandingkan tahun lalu menjadi US$310,9 juta, dengan perbaikan pada marjin EBITDA menjadi 52,0% dibandingkan 46,0% di 9M 2016.

"Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$164,3x juta, dibandingkan rugi bersih US$149,6 juta tahun lalu. Net debt to EBITDA yang dianualisasi menjadi sebesar 4,1x (tidak termasuk kas yang dibatasi penggunaannya sebesar US$85 juta), di bawah 6,3x pada tahun 2016 dan terendah sejak 2014," terang dia.

Presiden Direktur Medco Energi, Hilmi Panigoro mengatakan dengan suksesnya penyelesaian rights issue, dirinya dapat memperkuat struktur permodalan ke depan dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. [jin]

Komentar

 
x