Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 26 Mei 2018 | 22:41 WIB
 

Mimpi Jasa Marga Operasikan Tol Anyar 175 KM

Oleh : - | Senin, 8 Januari 2018 | 06:38 WIB
Mimpi Jasa Marga Operasikan Tol Anyar 175 KM
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Tahun ini, PT Jasa Marga (Persero), Tbk menargetkan bisa mengoperasikan ruas tol baru sepanjang 175 kilometer. Angka ini tidak termasuk ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 90,17 km dan Ngawi-Kertosono.

Hal itu disampaikan Direktur Utama Jasa Marga, Desi Arryani kepada wartawan di Jakarta, Minggu (7/1/2018). "Kedua ruas ini harusnya tuntas tahun lalu," kata Desi.

Tol Ngawi-Kertosono sendiri sepanjang 87 km, terbagi menjadi empat seksi dan sebagian konstruksinya sepanjang 37,5 km menggunakan dana APBN, dan 49,5 km dibangun PT Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Jasa Marga.

Total konsesi yang dimiliki BUMN tol itu hingga akhir tahun ini sepanjang 1.496 km. "Dari jumlah itu, yang sudah operasi adalah sekitar 700 km dan sisanya sedang dalam proses penyelesaian konstruksi dan tersebar di seluruh Indonesia, khususnya di Pulau Jawa," kata Desi.

Terkait dengan tol mana yang akan dioperasikan hingga mencapai tambahan tol baru 175 km itu, Desi belum merinci karena semuanya sedang dalam proses.

Sebelumnya, usai menghadiri Festival Jalan Tol Ngawi-Kertosono di gerbang tol Madiun (6/1), Desi menjelaskan Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono adalah bagian dari Tol Trans Jawa yang ditargetkan selesai akhir 2018. "Setelah Trans Jawa selesai, kami juga dimungkinkan menambah ruang lingkup pekerjaan tol baru sesuai permintaan masyakarat Jawa Timur," kata Desi.

Desi menyebutkan, tambahan ruang lingkup pekerjaan baru itu antara lain Tol Kediri-Kertosono yang trafik lalu lintasnya juga ramai. "Selain itu, ruas Situbondo-Probolinggo-Lumajang. Ya, wacananya seperti itu. Memang bagus kalo ada sodetan tol di antara ruas Probolinggo-Banyuwangi sepanjang 170 km," kata dia.

Mengenai kemajuan konstruksi tol Ngawi-Kertosono, Data Kementerian PUPR menyebutkan, untuk porsi pemerintah yakni Saradan-Kertosono telah mencapai 45,38 persen.

Besaran tarif per kilometer ruas itu ketika dioperasikan sekitar Rp1.200-1.300 untuk kendaraan golongan satu. Kehadiran Tol Ngawi-Kertosono akan meningkatkan efisiensi biaya distribusi barang dan jasa serta berdampak pada peningkatan perekonomian.

Tol Ngawi-Kertosono memiliki tiga Gerbang Tol (GT) yang menerapkan sistem transaksi tertutup dan pembayaran tol elektronik atau non-tunai. Ketiga GT itu adalah GT Madiun, GT Caruban, dan GT Nganjuk.

Untuk Tol Solo-Ngawi kemajuan konstruksinya sudah lebih 90 persen dengan pekerjaan yang tengah dilakukan adalah penyelesaian jalan layang (over pass). Dari 61 yang dikerjakan, 23 buah segera diselesaikan terutama yang dekat dengan permukiman. [tar]

Komentar

 
x