Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 23 Mei 2018 | 23:27 WIB
 

Listing Perdana, Saham Ini Langsung Meroket 69,33%

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Jumat, 29 Desember 2017 | 09:34 WIB
Listing Perdana, Saham Ini Langsung Meroket 69,33%
(Foto: inilahcom/Fadil Djailani)

INILAHCOM, Jakarta - PT Prima Cakrawala Abadi, Tbk, perusahaan pengelolaan rajungan hari ini secara resmi melakukan pencatatan perdana saham (Listing) di Bursa Efek lndonesia (BEI).

Dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menjadi emiten dengan urutan ke-566 sekaligus sebagai perusahaan terakhir/penutup dengan urutan ke-37 yang sahamnya dicatatkan pada BEl di tahun 2017 dengan kode saham PCAR.

Pada pencatatan penjualan saham perdana ada yang menarik, yakni saham PCAR hanya terjual satu lot (100 lembar saham) dengan nilai Rp25.400.

Alhasil saham PCAR langsung meroket tajam ke 69,33% (104 poin) menjadi Rp254 per lembar dari penawaran awal Rp150 per lembar.

Direktur Utama PCAR Raditya Wardhana mengatakan bahwa perusahaanya merupakan perusahaan perikanan pertama di Indonesia yang melakukan IPO di pasar modal.

"Kami merupakan perusahaan pengelolaan perikanan yang pertama yang melakukan pencatatan saham perdana di Indonesia. Kami juga berharap saham kita memberikan alternatif bagi para investor dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi," kata Raditya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (29/12/2017).

Dalam hajatan IPO kali ini perseroan menawarkan 466 lembar juta dengan banderol harga Rp150 per saham, diharapkan perusahaan meraup dana IPO sebesar Rp70 miliar.

Emiten bidang industri produk perikanan itu berencana memakai 71,9% dana IPO untuk modal kerja. Di mana, 20% untuk membeli daging nelayan dengan skema 35% dari harga kapal nelayan kepada penyedia kapal, 65% dari biaya kapal akan didanai melalui multifinance.

Berikutnya, 80% untuk pembelian bahan baku, pembayaran utang, beban produksi, beban pamasaran, acara pameran dan lain-lain.

Selanjutnya, 28,1% belanja modal, 40% untuk pembelian peralatan baru, 20% untuk renovasi, 40% membangun fasilitas baru di Rembang, Jawa Tengah, Tuban, Cirebon, Lampung dan Belitung.

Radithya juga bilang telah menyuplai rajungan kalengan untuk perusahaan di Amerika Serikat (AS) dengan total ekspor hingga awal Agustus 2017 sebesar292 ton, meningkat 21 ton dari edisi 2016 sebanyak 271 ton.

"Kami aka menjadi perusahaan kebanggaan bangsa yang ramah lingkungan. Ini penting sebagai warisan untuk anak bangsa berikutnya," katanya.

Dari sisi kinerjanya, total pendapatan hingga akhir Agustus 2017 melonjak 318,69% menjadi Rp 95,5 miliar dari periode sama 2016 sebesar Rp22,8 miliar. Kondisi itu membuat perusahaan masih membukukan kerugian sebesar Rp 3,55 miliar. Angka itu tercatat turun dari sebelumnya mencapai Rp 6,46 miliar.

Hingga saat ini, perusahaan memiliki beberapa pabrik berada di Semarang, Indramayu, dan Makassar. [jin]

Komentar

 
Embed Widget

x