Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 06:41 WIB
 

Kinerja Mengilap, BBTN Menunggu Kado Akhir Tahun

Oleh : - | Jumat, 29 Desember 2017 | 04:29 WIB
Kinerja Mengilap, BBTN Menunggu Kado Akhir Tahun
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Sampai akhir 2017, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) optimis bisa menembus posisi lima besar perbankan nasional dari sisi aset. Cukup beralasan, kinerja emiten berkode BBTN ini memang berkilau.

Sepanjang 2017, pertumbuhan aset, kredit maupun Dana Pihak Ketiga (DPK) berada di atas 18%. Atau di atas rata-rata perbankan nasional sebesar 10%. "Saya tidak tahu mengenai pencapaian bank lain. Tetapi target kami tahun ini tumbuh di atas rata-rata. Dengan pencapaian tersebut, kami optimistis pada akhir tahun ini Bank BTN bisa menembus peringkat lima besar perbankan nasional," ujar Direktur Utama BTN Maryono usai RUPSLB di Jakarta, Kamis (28/12/2017)

Maryono mengatakan, kinerja yang positif di 2017. membuat perseroan menaikkan target pertumbuhan di 2018. Berdasarkan Rencana Bisnis Bank (RBB), BTN membidik pertumbuhan kredit 24% di 2018. Angka tersebut jauh di atas rata-rata target industri perbankan yang dicatat OJK sebesar 13%-14%.

"Dilatarbelakangi kinerja yang apik pada tahun 2017, Bank BTN mematok target pertumbuhan moderat pada tahun 2018. Konsisten dengan misi dan visi bank, target jangka pendek dan menengah Bank BTN adalah memperkuat posisinyanya di bidang perumahan dengan mendukung realisasi Program Sejuta Rumah," jelas Maryono.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Maryono, sejumlah strategi pun dilakukan, untuk pertumbuhan kredit, BTN fokus pada penyaluran kredit perumahan dengan menyasar segmen mass (masyarakat banyak) dan perluasan pada segmen affluent serta emerging affluent.

Menurut dia, program sejuta rumah masih menjadi pendorong utama kredit BTN, karena itu perseroan akan optimal mendukung pemerintah dalam program KPR subsidi baik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Selisih Bunga (SSB) dan Bantuan Uang Muka maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT). Sementara untuk strategi pendanaan masih diintensifkan mengejar dana murah.

Adapun target DPK Bank BTN pada 2018, lanjutnya, ditetapkan sebesar 24% dengan porsi dana murah 48%-49% dari total DPK. Angka tersebut juga di atas rata-rata perbankan sebesar 14%. "Persaingan perebutan DPK akan sangat ketat pada tahun 2018, kami akan melakukan sejumlah strategi diantaranya meningkatkan CASA , meningkatkan DPK komersil berbasis construction value chain, dan pendanaan institusi berbasis KPR dan memperluas wholesale funding, penerbitan surat utang, (obligasi), pinjaman, Negotiable Certificate Deposit (NCD), ataupun pinjaman luar negeri," kata Maryono.

Sementara itu, Direktur BTN Adi Setianto mengatakan, dalam menghadapi era digital banking, perseroan akan memperkuat infrastruktur sistem informasi teknologi (IT). Penguatan sistem IT juga dalam mendukung target perseroan masuk dalam posisi 5 bank terbesar di Indonesia.

"Sistem operasional IT sangat penting bagi perbankan. Apalagi BTN menargetkan menjadi bank 5 besar dari sisi IT harus mendukung langkah tersebut, " tegas Adi.

Menurut Adi, dalam menghadapi sistem cashless payments, sangat diperlukan sistem keamanan yang handal dan up to date dalam menangkal serangan dari hacker yang memiliki tujuan jahat. Mengingat sistem cashless payments berbasis server dan database, maka sistem ini sangat rentan terhadap pencurian dari hacker.

"Bank sebagai lembaga yang menyimpan uang memiliki sistem security yang dapat dihandalkan, namun bagaimana dengan layanan pembayaran non tunai dari non bank? Hal inilah yang perlu mendapat perhatian seluruh pemangku kepentingan agar sistem cashless payments berjalan dengan baik di Indonesia," katanya.

Sementara itu, dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perseroan, diputuskan untuk mengangkat Dasuki Amsir sebagai Direktur Bank BTN menggantikan Handayani yang menjadi direktur di PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI). Dasuki, saat ini masih menjabat sebagai Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III dan sebelumnya pernah berkarir di Bank BNI.

"Di BTN, Pak Dasuki akan menjabat sebagai Managing Director Distribution Network. Karena pernah di Bank BNI, kami yakin kehadiran Pak Dasuki akan bermanfaat untuk BTN," kata Maryono. [tar]

Komentar

 
x