Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Mei 2018 | 01:51 WIB
 

Tujuh Bank Guyur Tol Trans Sumatera Rp8 Triliun

Oleh : Mohammad Fadil Djailani | Rabu, 27 Desember 2017 | 15:17 WIB
Tujuh Bank Guyur Tol Trans Sumatera Rp8 Triliun
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Hutama Karya (Persero) mendapatkan pinjaman kredit dari 7 bank yang terdiri dari Bank Mandiri, BNI, BCA, CIMB Niaga, Maybank Indonesia, ICBC Indonesia, dan Bank Permata.

Pinjaman kredit tersebut dilakukan demi menyelesaikan pembangunan proyek pengembangan jalan tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar sesuai target di 2019.

Tujuh sindikasi perbankan ini bersama-sama menggelontorkan dana untuk pembangunan Bakauheni-Terbanggi Besar dengan nilai total Rp8,067 triliun.

"Nilai investasi pembangunan ruas Bakauheni-Terbanggi Besar adalah sebesar Rp16,7 triliun. Skema pemenuhannya melalui equity sebesar Rp8,7 triliun dan loan sebesar Rp8 triliun," kata I Gusti Ngurah Putra, Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero) di Hotel Four Seasons, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Lebih lanjut Putra menjelaskan bahwa pihaknya sudah memenuhi porsi equity dari investasi tersebut melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) dan penjualan surat hutang Korporasi.

"Pada tahun 2015/2016 lalu kita diberi PMN oleh Negara sebesar Rp2,2 triliun, kemudian di akhir tahun 2016 hingga 2017 kita secara bertahap menerbitkan surat hutang dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp6,5 triliun, sehingga total equity untuk proyek ini sudah close di angka Rp8,7 triliun," tuturnya.

Dengan dipenuhinya porsi equity, maka selanjutnya porsi loan dipenuhi dengan pinjaman kredit investasi dari sindikasi 7 perbankan bersama PT. Sarana Multi lnfrastruktur (Persero) sebagai pemberi fasilitas cash deficiency support (CD8).

Sementara itu Direktur Keuangan Hutama Karya, Anis Anjayani, mengatakan bahwa PT. SMl akan menyediakan stand-by loan untuk menjamin terbayarkannya kewajiban Hutama Karya kepada sindikasi perbankan.

"Di awal-awal masa operasi, pendapatan dari tol Bakauheni-Terbanggi Besar tidak akan sanggup memenuhi pengeluaran untuk operation & maintenance tol serta kewajiban pengembalian kredit. Karena itu kami didukung PT. SMI melalui fasilitas CDS supaya Hutama Karya tetap dapat memenuhi kewajiban tersebut," katanya.

Anis Iebih jauh memaparkan bahwa PT. SMI telah mengalokasikan dana sebesar Rp7,5 triliun untuk fasiIitas CDS ini. "Tenor dari PT SMI adalah 25 tahun dengan grace period 15 tahun. Nah, grace period kredit dari sindikasi perbankan sendiri adalah 7 tahun dengan tenor selama 15 tahun," ujarnya.

Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar merupakan salah satu dari 24 was Jalan Tol Trans-Sumatera yang dikembangkan oleh Hutama Karya melalui penugasan dari Pemerintah RI.

Mulai dibangun sejak tahun 2015, luas tol sepanjang 140 km ini terbagi menjadi 9 seksi yang kesemuanya ditargetkan selesai pada tahun 2019. [jin]

Komentar

 
x