Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 16:07 WIB

Saham INAF Dekati Rp6.000 Usai Disuspen

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 26 Desember 2017 | 06:32 WIB

Berita Terkait

Saham INAF Dekati Rp6.000 Usai Disuspen
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Harga saham PT Indofarma Tbk (INAF) berakhir di Rp5.800 per saham dari pembukaan Rp5.125 per saham pada Jumat (22/12/2017) pekan lalu setelah aktif lagi di perdagangan BEI.

BEI menghentikan sementara perdaangan saham INAF pada 21 Desember 2017. Alasannya harga saham INAF mengalami peningkatan secara kumulatif sehingga harus cooling down. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, akhir pekan lalu.

Kenaikan harga INAF sudah dalam pantauan BEI karena di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). BEI telah memantau kenaikan tersebut sejak 11 Desember 2017.

Baca: BEI Cermati Kenaikan Harga Saham Indofarma

Saham INAF pada penutupan 5 Desember 2017 di Rp2.750 per saham. Pada 6 Desember di harga Rp3.120 per saham. Pada penutupan 7 Desember 2017 di harga Rp3.040 per saham. Pada penutupan perdagangan 8 Desember saham INAF di harga Rp3.520 per saham.

Pada kuartal III 2017, kerugian PT Indofarma kian meningkat menjadi Rp33,74 miliar atau naik 110,9% dari kuartal yang sama 2016. Sementara penjualan perseroan turun menjadi Rp776,3 miliar dari Rp868,6 miliar.

Ruang lingkup kegiatan bisnis INAF adalah melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang farmasi, diagnostik, alat kesehatan, serta industri produk makanan. Saat ini, Indofarma telah memproduksi sebanyak hampir 200 jenis obat yang terdiri dari beberapa kategori produk, yaitu Obat Generik Berlogo (OGB), Over The Counter (OTC), obat generik bermerek, dan lain-lain.

PT Indofarma masih dikuasai Pemerintah Republik Indonesia, dengan memiliki 1 Saham Preferen (Saham Seri A Dwiwarna) dan 80,66% di saham Seri B.

Komentar

x