Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Mei 2018 | 01:43 WIB
 

Inilah Tujuan PT Jasa Armada Pilih IPO

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 28 November 2017 | 17:28 WIB
Inilah Tujuan PT Jasa Armada Pilih IPO
Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia (JAI), Dawam Atmosudiro - (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia (JAI), Dawam Atmosudiro mengungkapkan perusahaanya ingin menjunjung tinggi budaya Good Corporate Governance (GCG).

Jadi tujuan IPO ini tidak untuk mencari uang semata. PT JAI, adalah anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Desember mendatang.

Langkah ini menyusul 3 anak usaha BUMN yang lain seperti PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia, PT PP Presisi, dan PT Wika Gedung. "Tujuan IPO untuk meningkatkan kelas ke perusahaan terbuka. Juga syarat ketentuan masuk kancah GCG-nya, bukan hanya duit," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/11/2017).

Dia menjelaskan, perusahaan mengalokasikan 90% dan hasil IPO untuk membiayai belanja modal (capital expenditure/capex). Sisanya, 10% untuk modal kerja (working capital) dengan berencana menambah armada untuk segmen bisnis ship to ship (STS), jalur kanal dan pelabuhan swasta.

"Selain untuk keperluan ekspansi, IPO juga akan membuat JAI lebih profesional dan transparan. JAI IPO-nya berbeda dengan yang lain, perusahaan lain biasanya IPO untuk bayar utang," katanya.

Asal tahu saja JAl, anak usaha PT Pelabuhan lndonesla ll (Persero) (IPC) baru saja menawarkan sebanyak-banyaknya 1.743 miliar saham atau setara 30% melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Adapun seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham baru. Dari jumlah saham yang ditawarkan tersebut, JAl mengalokasikan sebanyak-banyaknya sebesar 10% untuk karyawan melalui program employee stock allocation (ESA).

Dalam acara due dilligence, JAI menawarkan sahamnya di kisaran Rp325-530 per saham. Jika dihitung maka perseroan akan mengantongi dana bersih hasil IPO sekitar Rp566,79 miliar sampai dengan Rp924,3 miliar. [hid]

Komentar

 
x