Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 Agustus 2018 | 05:30 WIB

AFI dan BTMU Berebut Saham Danamon, Siapa Kuat?

Oleh : - | Jumat, 10 November 2017 | 04:29 WIB
AFI dan BTMU Berebut Saham Danamon, Siapa Kuat?
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Terkait kabar akuisisi, PT Bank Danamon Tbk mengaku sedang didekati Asia Financial Indonesia Pte Ltd (AFI). Namun, Bank of Tokyo-Mistsubishi UFJ (BTMU) juga tertarik.

Direktur Bank Danamon. Michellina Triwardhany dalam rilis kepada media di Jakarta, Kamis (9/11/2017), mengatakan, AFI sudah menerima expression of interest terkait kepemilikan saham di Danamon.

Namun, kata Michellina, AFI ataupun investor yang tertaik memboyong saham Danamon, baru akan melakukan negoisasi. Sehingga belum terdapat hasil atau kesepakatan yang mengikat.

"Ketertarikan investor tersebut tergantung pada hasil negosiasi lebih lanjut yang belum tentu menghasilkan perjanjian yang mengikat sehingga transaksi ini belum tentu terealisasi," kata Michellina.

Michellina mengimbau, pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya, bisa bersikap hati-hati dalam bertransaksi terkait saham Danamon yang bersandi BDMN. "Kegiatan operasional Bank Danamon berjalan normal," ujarnya.

Saat ini, porsi kepemilikan saham di Danamon, menurut laman resmi perusahaan itu, sebanyak 67,37% digenggam AFI; 6,5% milik JPMCB-Frankiln Templeton Investment Funds; sisanya 25,7% milik publik.

Pada hari yang sama, sebuah media Jepang, Nikkei, mengulas investor asal Jepang, Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ (BTMU) tertarik memborong 40% saham Bank Danamon.

Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi bisnis di kawasan Asia Tenggara. Disebutkan, nilai transaksi dari akusisi ini mencapai US$1,76 miliar, atau setara Rp23,7 triliun.

Sejatinya, BTMU sudah memiliki perpanjangan tangan di industri perbankan domestik. Di Indonesia, BTMU sudah beroperasi selama 60 tahun dengan status Kantor Cabang Bank Asing (KCBA).

Jika BTMU menjadi pemegang saham pengendali di Danamon, perusahaan bakal berhadapan dengan ketentuan tentang Kepemilikan Tunggal Pada Perbankan Indonesia, atau single presence policy yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/24/2012.

PBI tersebut mengatur setiap pihak hanya dapat menjadi Pemegang Saham Pengendali pada satu bank. Apabila ada pihak yang menjadi Pemegang Saham Pengendali lebih dari satu bank, maka pihak tersebut wajib memenuhi Ketentuan Kepemilikan Tunggal. [tar]

Komentar

Embed Widget

x