Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Februari 2018 | 06:46 WIB
 

Backlog Masih Tinggi, Bos BBTN Punya Target Besar

Oleh : Iwan purwantono | Sabtu, 28 Oktober 2017 | 07:30 WIB
Backlog Masih Tinggi, Bos BBTN Punya Target Besar
(Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Masih besarnya kebutuhan perumahan di Indonesia, menjadi modal kuat bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk untuk terus berkembang. Pada 2020, aset bank pelat merah ini ditargetkan Rp750 triliun.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Maryono saat memberikan kuliah di Universitas Negeri Medan (Unimed), Medan, Sumatera Utara, Jumat (27/10/2017) bertema Prospek dan Tantangan Perbankan di Era Digitalisasi.

Kata Maryono, saat ini, aset perseroan meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun menjadi Rp232 triliun. Peningkatan yang signifikan ini, tak lepas dari program Pembangunan Sejuta Rumah yang dicanangkan era Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. "Pada 2020 nanti, kita ingin punya Rp750 triliun," papar Maryono.

Kenaikan ini, kata Maryono, tak lepas dari masih tingginya angka kebutuhan rumah nasional (backlog) yang mencapai 11,4 juta unit rumah. Angka ini belum termasuk kebutuhan 400 ribu unit rumah baru per tahun. "Kalau diasumsikan pembiayaan perumahan dari BTN sebesar Rp100 juta per rumah, dengan masih tingginya angka ini (backlog), kami yakin aset bank bisa Rp1.100 triliun," kata Maryono.

Untuk itu, Maryono berharap, para mahasiswwa sebagai generasi milenial bisa menangkap peluang ini. Di mana, pertumbuhan pengusaha properti atau pengembang di tanah air, masih rendah. "Saat ini, kita masih kekurangaan pengembang atau developer," tukas Maryono.

Sementara terkait kinerja, hingga September 2017, emiten Bursa Efek Indonesia berkode saham BBTN ini, membukukan laba bersih Rp2 triliun. Mengalami pertumbuhan 24% ketimbang periode sama tahun sebelumnya senilai Rp1,62 triliun.

Selain itu, kredit dan pembiayaan Bank BTN mengalami pertumbuhan di atas rata-rata perbankan nasional. Hingga September 2017, kredit dan pembiayaan Bank BTN naik 19,95% (yoy). Atau naik menjadi Rp184,5 triliun dari kuartal III-2016 sebesar Rp153,81 triliun. .

Di mana, kredit perumahan Bank BTN naik 19,32% (yoy) menjadi Rp167,16 triliun. Khusus Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi naik paling tinggi sebesar 30,78% (yoy) menjadi Rp68,34 triliun. Dengan capaian ini, Bank BTN menguasai 96,69% pangsa pasar KPR subsidi. Untuk KPR secara keseluruhan, Bank BTN juga menjadi jawara dengan pangsa sebesar 35,62% per Juni 2017.

Dengan torehan ini, wajarlah apabila Maryono punya keinginan untuk terus memperbaiki kinerja Bank BTN. Sehingga masuk jaajaran BUMN leader, selevel dengan Pertamina maupun Telkom. [ipe]


Komentar

 
x