Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 21 November 2018 | 16:50 WIB

Smartfren akan Terbitkan Obligasi Wajib Konversi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Selasa, 17 Oktober 2017 | 13:01 WIB

Berita Terkait

Smartfren akan Terbitkan Obligasi Wajib Konversi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) menjelaskan akan melakukan penawaran terbatas obligasi wajib konversi III senilai maksimal Rp15 triliun.

Penawaran tersebut terdiri dari OWK III seri I senilai Rp500 miliar melekat 1 opsi OWK III seri 2 dapat dilaksanakan menjadi OWK III seri 2 senilai Rp500 miliar. Enam opsi OWK III seri 3 yang dapat dilaksanakan menjadi OWK III seri 3 yang senilai Rp300 miliar. Dua opsi OWK III seri 4 yang dapat dilaksanakan menjadi OWK III seri 4 yang senilai Rp100 miliar. Seluruh OWK III selanjutnya dapat dikonversi menjadi Saham Seri C baru yang akan dilaksanakan dari pertepel perseroan.

Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Selasa (17/10/2017). Jumlah OWK III seri 1 yang akan diterbitkan maksimal 5 sertifikat OWK III seri 1. Perseroan melaksanakan rencana ini maksimal dua ptahun sejak tanggal RUPSLB tentang persetujuan pelaksanaan PMTHMETD.


Jangka waktu OWK III selama 5 tahun sejak diterbitkan dengan bunga 0 persen per tahun. Harga konversi OWK III. OWK III an opsi OWK III tidak dicatatkan di BEI dan tidak didaftarkan di KSEI.

Perseroan akan menggunakan dana hasil OWK III untuk membiayai modal kerja, menyelesaikan kewajiban pembayaran dan belanja modal perseroan dan entitas anak.

FREN juga menjelaskan terjadi penurunan total aset lancar sebesar Rp748.549 juta karena penurunan biaya di bayar di muka untuk penggunaan spektrum frekuensi radio sebesar Rp834.087 juta. Hal ini bila dibandingkan dengan peningkatan persediaan telepon genggam dan aksesoris sebesar Rp86.294 juta.

Sementara peningkatan total liabilitas jangka pendek sebesar Rp143.048 juta karena meningkatnya otang pinjaman jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp792.988 juta dibandingkan dengan penurunan utang obligasi yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp608.682 juta.

Per Desember 2016, telah memiliki jumlah Base transceiver station (BTS) mencapai 16.621 buah dari 1.654 BTS di akhir 2010.

Saat ini pemegang saham perseroan per 30 September 2017 antara lain PT Global Nusa Data sebesar 27,4$, PT Bali Media Telekomunikasi sebesar 31,13%, PT Wahana Inti Nusantara sebesar 29,65%.

Perseroan akan meminta persetujuan para pemegang saham pada RUPSLB pada 23 November 2017.

Komentar

x