Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 15 Agustus 2018 | 23:42 WIB

PLN Incar Rp4 T dari Sekuritisasi Aset Tahap I

Oleh : M Fadil Djailani | Rabu, 20 September 2017 | 10:59 WIB
PLN Incar Rp4 T dari Sekuritisasi Aset Tahap I
(Foto: Inilahcom/Ilustrasi)

INILAHCOM, Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) melalui PT Indonesia Power melakukan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1).

Aksi korporasi tersebut dihadiri Direktur Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno dan Direktur Utama PLN, Sofyan Basir di gedung BEI, Rabu (20/9/2017).

Pada tahap pertama ini, KIK EBA yang ditawarkan sebesar Rp4 triliun dengan aset dasar yang disekuritisasikan adalah aset keuangan berupa piutang penjualan ketenagalistikan dari PLTU Suralaya 1-4. "Sebagai anak perusahaan kami ucapkan terima kasih atas amanat menjalankan tugas pemerintah," ujar kata Sripeni.

Sripeni mengatakan, penerbitan EBA DIPP1 ini seiring dengan rencana strategis Indonesia Power melakukan sekuritisasi maksimal sebesar Rp10 triliun dan akan dilakukan bertahap hingga akhir 2018.

"Melalui pendanaan ini yang awalnya Rp4 triliun, kami berharap sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya mencapai Rp10 triliun. Ini sebagai salah satu sumber pendapatan mendukung program 35.000 mw," ujarnya.

Dalam penawaran EBA DIPP1 yang telah berlangsung mulai 4-11 September 2017, Sripeni mengaku bersyukur bahwa sekuritisasi ini mendapat respons luar biasa dari investor.

Di mana hasil book building EBA DIPP1 mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,7 kali yaitu mencapai Rp10,5 triliun dari target Rp4 triliun yang terdiri dari penawaran umum EBA kelas A Rp3,688 triliun dan penawaran terbatas EBA kelas B Rp312 miliar.

"Atas keberhasilan ini kami mengucapkan terima kasih kepada PLN selaku pemegang saham IP dan sinergi IP dengan berbagai pihak yaitu Danareksa Invesment Management, BRI, BNI, Mandiri Sekuritas dan lainnya," katanya. [hid]

Komentar

Embed Widget

x