Find and Follow Us

Jumat, 18 Oktober 2019 | 02:20 WIB

Jelang RDG BI, IHSG-Rupiah Kompak Tiarap

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 11 September 2013 | 19:42 WIB
Jelang RDG BI, IHSG-Rupiah Kompak Tiarap
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah kompak menutup perdagangan Rabu (11/9/2013) dengan pelemahan. Pasar mengantisipasi pengumuman suku bunga acuan dari Bank Indonesia (BI) besok.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah Rabu ini salah satunya dipicu oleh pasar yang mengantisipasi keputusan Bank Indonesia soal BI rate besok. Berdasarkan surevei, BI kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga acuan.

Apalagi, kata Firman, hari ini, Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI menyatakan, tekanan inflasi di bulan September bisa berkurang. Ini menjadi sinyal bahwa BI besok mungkin tidak akan mengubah level BI rate di 7%.

"Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 11.480 dengan level terkuat 11.250 dari posisi pembukaan 11.250 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (11/9/2013) ditutup melemah 270 poin (2,4%) ke posisi 11.480/11.485 dari posisi kemarin 11.210/11.225.

Jadi, kata dia, pelaku pasar cenderung berhati-hati jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia besok, Kamis (12/9/2013).

Selain itu, dolar AS hari ini cenderung menguat setelah mengalami aksi profit taking tiga hari terakhir setelah komentar Presiden AS Barack Obama berhasil mengurangi kecemasan pasar atas invasi AS ke Suriah. Obama menunda voting Kongres AS untuk serangan militar ke Suriah.

"Obama juga mengisyaratkan keinginan untuk mengelaborasi usulan Rusia untuk mencegah serangan militer ke Suriah," ujar dia.

Sementara itu, data dari Asia Rabu ini sebenarnya cukup bagus. Hanya saja, dolar AS masih kuat sehingga rupiah sedikit tertekan pelemahan jelang pertemuan BI rate besok. "Rilis indeks manufaktur Jepang menunjukkan angka yang positif menjadi 15,2 kuartal III-2013 dari kuartal sebelumnya 5," timpal Firman.

Data ini, kata dia, memberikan harapan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi Jepang. "Tapi, pasar kelihatannya lebih fokus pada pengumuman BI rate besok," tandas dia.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 81,84 dari sebelumnya 81,82. "Terhadap euro, dolar AS berjalan ditransaksikan menguat ke US$1,3259 dari sebelumnya US$1,3267 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, indeks Hang Seng tutup di atas support. "Sinyalnya masih cetar membahana," kata dia.

Pada perdagangan Rabu (11/9/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 8,72 poin (0,20%) ke posisi 4.349,419. Intraday terlemah 4.289,806 dan tertinggi 4.404,745.

Problemnya, kata dia, kondisi labil ekonomi dalam negeri menjelang pengumuman BI Rate, telah mempertakut pelaku pasar. "IHSG hari ini support di 4.310. Itu batas atas dari kisaran gap 4.2594.310," ujarnya.

Sinyal IHSG negatif kalau Rabu ini ditutup di bawah itu. Sebaliknya, karena ditutup di atasnya, sinyal IHSG menjadi positif. Tapi, Satrio mengingatkan, semua bentuk konspirasi ekonomi memang masih bisa terjadi.

Sore ini, Satrio mengaku kondisi hatinya memang penuh kontroversi. "Tapi, dari harmonisasi yang saya dapat, saya memutuskan untuk melakukan konspirasi kemakmuran (posisi spekulatif) berdasarkan posisi closing Hang Seng. Ya. Cacing-caing, ya naga-naga seperti biasanya. Saya hold portofolio 80%, kita lihat besok," imbuhnya. [jin]

Komentar

Embed Widget
x