Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:49 WIB

Sentimen Suriah Berkurang, Bursa Asia Menguat

Oleh : Agustina Melani | Rabu, 11 September 2013 | 16:44 WIB
Sentimen Suriah Berkurang, Bursa Asia Menguat
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Bursa saham Asia dan Australia menguat pada perdagangan saham Rabu (11/9/2013) dengan bursa saham Australia naik cukup tajam ke level tertinggi dalam lima tahun.

Sentimen positif datang dari ancaman intervensi militer Amerika Serikat ke Suriah berkurang. Suriah menyatakan akan menghentikan pembuatan senjata kimia dan mengungkapkan lokasi penyimpanannya. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menghindari serangan militer terhadap negara itu. Demikian seperti dikutip dari Marketwatch, Rabu pekan ini.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun meminta Kongres untuk menunda voting terkait Suriah. Ia pun meminta Menteri Luar Negeri John Kerry untuk bertemu dengan pihak Rusia.

Ketegangan yang mereda tersebut membuat dolar kembali menguat terhadap yen. Sementara itu, indeks saham Australia naik 0,6% ke level 5.234,40. Level tersebut tertinggi dalam lima tahun ini. Indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,5%.Indeks saham Jepang Nikkei ditutup di level 14.425,07.

Bursa saham Australia menguat didorong dari data ekonomi China yang positif. China mencatatkan pertumbuhan ekspor pada Agustus 2013. Adapun saham-saham yang menggerakkan indeks saham seperti saham Kajima Corp melemah 3,3%. Saham Taisei Corp melemah 4,6%. Saham Murata Manufacturing Co melemah 3,3%. Saham AAC Technologies Holdings melemah 4,2% di bursa saham Hong Kong.

Komentar

Embed Widget
x