Find and Follow Us

Kamis, 17 Oktober 2019 | 23:49 WIB

Antisipasi BI Rate, Rupiah Anjlok 270 Poin

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 11 September 2013 | 16:19 WIB
Antisipasi BI Rate, Rupiah Anjlok 270 Poin
(Foto : inilah.com/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (11/9/2013) ditutup melemah 270 poin (2,4%) ke posisi 11.480/11.485 dari posisi kemarin 11.210/11.225.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah Rabu ini salah satunya dipicu oleh pasar yang mengantisipasi keputusan Bank Indonesia soal BI rate besok. Berdasarkan surevei, BI kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga acuan.

Apalagi, kata Firman, hari ini, Perry Warjiyo, Deputi Gubernur BI menyatakan, tekanan inflasi di bulan September bisa berkurang. Ini menjadi sinyal bahwa BI besok mungkin tidak akan mengubah level BI rate di 7%.

"Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terlemahnya 11.480 dengan level terkuat 11.250 dari posisi pembukaan 11.250 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Jadi, kata dia, pelaku pasar cenderung berhati-hati jelang Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia besok, Kamis (12/9/2013).

Selain itu, dolar AS hari ini cenderung menguat setelah mengalami aksi profit taking tiga hari terakhir setelah komentar Presiden AS Barack Obama berhasil mengurangi kecemasan pasar atas invasi AS ke Suriah. Obama menunda voting Kongres AS untuk serangan militar ke Suriah.

"Obama juga mengisyaratkan keinginan untuk mengelaborasi usulan Rusia untuk mencegah serangan militer ke Suriah," ujar dia.

Sementara itu, data dari Asia Rabu ini sebenarnya cukup bagus. Hanya saja, dolar AS masih kuat sehingga rupiah sedikit tertekan pelemahan jelang pertemuan BI rate besok. "Rilis indeks manufaktur Jepang menunjukkan angka yang positif menjadi 15,2 kuartal III-2013 dari kuartal sebelumnya 5," timpal Firman.

Data ini, kata dia, memberikan harapan akan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi Jepang. "Tapi, pasar kelihatannya lebih fokus pada pengumuman BI rate besok," tandas dia.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 81,84 dari sebelumnya 81,82. "Terhadap euro, dolar AS berjalan ditransaksikan menguat ke US$1,3259 dari sebelumnya US$1,3267 per euro," imbuh Firman. [jin]

Komentar

Embed Widget
x