Find and Follow Us

Rabu, 23 Oktober 2019 | 08:37 WIB

Manufaktur AS Membaik, Rupiah Tiarap

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 4 September 2013 | 16:17 WIB
Manufaktur AS Membaik, Rupiah Tiarap
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Rabu (4/9/2013) ditutup melemah 50 poin (0,45%) ke posisi 11.100/11.150 dari posisi kemarin 11.050/11.070.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, pelemahan rupiah Rabu ini salah satunya masih dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap pengurangan stimulus The Fed. Kekhawatiran tersebut muncul setelah data AS semalam dirilis positif.

Indeks manufaktur AS dirilis naik dari 55,4 menjadi 55,7 untuk Agustus 2013. Begitu juga dengan belanja konstruksi AS yang naik dari 0% menjadi 0,6%. "Karena itu, rupiah ditutup pada level terlemahnya 10.100 dari posisi terkuatnya 11.080 dari posisi pembukaan di level terkuatnya itu terhadap dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Lebih jauh Firman menjelaskan, bagusnya data indeks manufaktur AS membuat pasar khawatir, The Fed akan mulai mengurangi pemberian stimulus pada 19 September 2013. "Kebijakan itu, kemungkinan akan diambil saat Federal Open Market Committee (FOMC) dilangsungkan pada 19 September itu," ujarnya.

Selain itu, lanjut Firman, pelemahan rupiah juga dipicu menguatnya risiko politik global seiring merebaknya kekhawatiran pasar terhadap potensi penyerangan militer AS kepada Suriah. "Memang Kongres AS belum menyatakan setuju, tapi para pimpinan Kongres AS sudah memberikan persetujuan," papar dia.

Sementara itu, Senat AS diprediksi akan melakukan voting pada 9 September 2013. "Meski invasi itu merupakan serangan terbatas, tapi tetap saja bisa memperburuk situasi politik di Timur Tengah," ucapnya.

Dari dalam negeri, rupiah juga masih terbebani oleh buruknya data inflasi, neraca perdagangan, dan indeks manufaktur Indonesia versi HSBC yang dirilis awal pekan ini. "Jadi, kita tidak punya sentimen positif di dalam negeri sehingga memburuknya sentimen eksternal membuat rupiah semakin tertekan," timpal dia.

Alhasil, dolar AS hanya melemah terbatas terhadap mayoritas mata uang utama dan menguat tipis terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS melemah sangat tipis ke 82,37 dari sebelumnya 82,38. "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat tipis ke US$1,3164 dari sebelumnya US$1,3165 per euro," imbuh Firman.[jin]

Komentar

Embed Widget
x