Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 04:09 WIB

Aksi Buyback Saham Turut Bantu Rupiah

Oleh : Ahmad Munjin | Jumat, 30 Agustus 2013 | 17:40 WIB
Aksi Buyback Saham Turut Bantu Rupiah
(Foto:inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (30/8/2013) ditutup menguat 10 poin (0,09%) ke posisi 10.910/10.930 dari posisi kemarin 10.920/10.940.

Ariston Tjendra, kepala riset Monex Investindo Futures mengatakan, penguatan rupiah akhir pekan ini salah satunya masih dipicu oleh efek kenaikan BI rate ke level 7%. Meskipun, kata dia, kenaikan 50 basis poin itu masih dinilai pasar belum cukup.

Penilain tersebut, menurut Ariston, membuat penguatan rupiah menjadi terbatas. "Karena itu, sepanjang perdagangan, rupiah mencapai level terkuatnya 10.890 setelah mencapai level terlemahnya 10.920 dari posisi pembukaan 10.900 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Jumat (30/8/2013).

Rupiah juga mendapat bantuan positif dari aksi buyback saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). "Apalagi, dengan kenaikan IHSG 2,23% Jumat ini dengan investor asing yang berposisi net buy," ujarnya.

Biasanya, kata dia, jika bursa saham naik, rupiah ikut menguat. Hanya saja, penguatan terbatas. Sebab, dari eksternal pun, semalam data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dirilis positif di atas ekspektasi ke 2,5% dari ekspektasi 2,2% dan revisi sebelumnya 1,7% untuk kuartal II-2013.

Kondisi tersebut, membuat penguatan tajam dolar AS. Begitu juga dengan klaim pengangguran AS yang juga dirilis positif. Angkanya masih 331 ribu atau di bawah rata-rata tahunan 341 ribu. "Itulah yang menyebabkan penguatan rupiah sebenarnya tidak signifikan," tuturnya.

Apalagi, lanjut Ariston, masih banyak isu yang akan direspons pasar. "Terutama, pada 2 September ketika banyak data akan dirilis seperti inflasi dan neraca perdagangan Indonesia," papar dia.

Sepekan ke depan pun, banyak data AS yang akan dirilis hingga puncaknya pada Jumat (6/9/2013) yakni non-farm payroll dan tingkat pengangguran AS.

Alhasil, rupiah hanya menguat terbatas meski dolar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Pelemahan dolar AS semata faktor technical correction setelah semalam menguat tajam dan menghadapi libur pada awal pekan depan," ucapnya.

Indeks dolar AS melemah ke 81,92 dari sebelumnya 82. "Terhadap euro, dolar AS masih berjalan ditransaksikan melemah ke US$1,3249 dari sebelumnya US$1,3240 per dolar AS," imbuh Ariston. [jin]

Komentar

Embed Widget
x