Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 14:17 WIB

Inilah Alasan Rupiah Anjlok 456 Poin Pekan Ini

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 25 Agustus 2013 | 11:23 WIB
Inilah Alasan Rupiah Anjlok 456 Poin Pekan Ini
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities - (Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Dalam sepekan terakhir, rupiah melemah 4,3%. Pemicunya, mulai dari indikasi pengurangan stimulus The Fed hingga asumsi makro ekonomi 2014 yang dinilai tak realisitis.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dilansir Bank Indonesia, dalam sepekan terakhir, rupiah anjlok 456 poin (4,3%) ke 10.848 pada Jumat (23/8/2013) dari 10.392 Jumat pekan sebelumnya.

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, pergerakan nilai tukar rupiah alih-alih membaik, malah semakin tak karuan di zona merah. "Awan negatif terus berada pada laju rupiah seiring nilai tukar dolar AS yang terus menguat dengan rencana pertemuan The Fed yang mengindikasikan pengurangan stimulus pada bulan depan," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan ini.

Selain itu, imbas penyampaian asumsi-asumsi makro ekonomi dalam pidato Presiden Yudhoyono yang dinilai tidak sesuai kondisi riil, membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi jual. "Di tambah lagi dengan komentar para pejabat yang tetap yakin nilai tukar rupiah masih dalam level aman karena tidak separah pelemahan mata uang negara-negara berkembang lainnya," ujar dia.

Kondisi itu, lanjut dia, membuat pelaku pasar lebih agresif dalam melepas rupiah. "Pelaku pasar menganggap komentar tersebut tidak mengindikasikan adanya langkah strategis dalam menahan pelemahan rupiah," ucapnya.

Adanya rencana BI yang akan melakukan penyelamatan rupiah dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder dan menjaga transaksi berjalan belum banyak berimbas pada pasar.

Lalu, masih tingginya yield obligasi AS untuk tenor 10 tahun dan yield Surat Utang Negara (SUN) yang juga meningkat turut mmenambah sentimen negatif di pasar.

Pada saat yang sama, hasil sementara dari pertemuan The Fed pada notula Federal Open Market Committee (FOMC) yang dirilis Rabu (21/8/2013) mengindikasikan akan berlakunya pengurangan stimulus The Fed. "Akibatnya, nilai dolar AS kian meningkat," imbuh Reza. [jin]

Komentar

Embed Widget
x