Find and Follow Us

Selasa, 21 Januari 2020 | 09:59 WIB

Bursa AS Terkena Spekulasi Fed Lagi

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 17 Agustus 2013 | 10:15 WIB
Bursa AS Terkena Spekulasi Fed Lagi
ist
facebook twitter

INILAH.COM, New York - Semakin dekat dengan bulan September, sebagian investor kian percaya The Fed akan memperlambat stimulus moneternya.

Walaupun pembicaraan hal tersebut sudah lama beredar di pasar. Beberapa data ekonomi menjadi lebih baik dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini telah mengangkat imbal hasil Threasury untuk 10 tahun ke level tertinggi baru.

Kondisi ini menjadi kesempatan baik untuk mengurangi stimulus dalam bentuk pembelian obligasi senilai US$85 miliar per bulan. Meskipun bulan September tidak ada pertemuan resmi hingga pertengahan bulan.

Harga emas menuju level terbaik untuk pekan ini dengan tren kenaikan ke depan. Target berikutnya adlaah level US$1.400 per troy ounce.

Pada Kamis kemarin, The Fed Cansas City melakkan pertemuan di Jackson Hill. Namun Gubernur Fed, Ben Bernanke tidak hadir. Selama ini, Bernanke menggunakan Jackson podium untuk meluncurkan gagasan pentingnya.

Bursa saham pada pekan ini mulai tertekan. Indeks Dow Jones kehilangan 2,2 persen. Kenaikan suku bunga obligasi 10 tahun ke 2,832 persen menjadi penyebab utama.

"Ada sentimen dari kinerja emiten tetapi saya pikir yang dominan adalah soal sentimen Fed," kata Stuart Freeman dari Wells Fargo Advisors.

Pada perdagangan Jumat (16/8/20130) indeks Dow Jones lebih rendah 0,2% ke 15.081,47. Indeks S&P melemah 0,3% ke 1.655,3 dan indeks Nasdaq turun 0,1% ke 3.602,78. Untuk pekan ini, Dow kehilangan 2,2% sebagai penurunan terbesar sejak awal tahun. Indeks S&P harus kehilangan 2,1% pada pekan ini. Sedangkan Nasdaq turun 1,6%.

Untuk harga emas naik 0,7% ke US$1.371 per troy ounce sehingga melanjutkan penguatan kemarin. Pekan ini emas telah naik 4,5% dan naik 4,1% dalam sebulan terakhir dan turun 19% sepanjang tahun 2013 ini.

Komentar

x