Find and Follow Us

Minggu, 19 Januari 2020 | 11:43 WIB

Ancam Pelemahan Dolar

Fed akan Turunkan Target Inflasi?

Oleh : Wahid Ma'ruf | Minggu, 28 Juli 2013 | 03:41 WIB
Fed akan Turunkan Target Inflasi?
(Foto : istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, New York - Dalam pertemuan dua hari pada 30-31 Juli pekan depan, Federal Reserve AS dapat membuat perubahan untuk kebijakan moneter.

Dalam sebuah artikel tentang Fed, pengamat Jon Hilsenrath menyebutkan dampak dari kebijakan baru terebut akan memicu aksi jual dolar AS dan volatilitas pasar global. Hilsenrath, selama ini dikenal sebagai wartawan khusus Fed yang sering menggemparkan pasar dengan tulisannya tentang kebijakan Fed.

Tulisannya dimuat di Wall Street Journal. Menurut dia Bank Sentral AS dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan suku bunga jangka pendek pada pertemuan pekan depan tersebut.

Secara khusus, pejabat Fed bisa mendiskusikan untuk menurunkan ambang batas tingkat pengangguran. demikian juga dapat memperkenalkan target inflasi menjadi hanya 1,5 persen dari sebelumnya 2 persen.

Bernanke pernah menyebutkan akan menaikkan suku bunga jangka pendek jika target pengangguran turun di bawah 6,5 persen dan jika inflasi bergerak di atas 2,5 perswen. "Hal ini memberi kesimpulan Fed tetap konsisten dengan suku bunga rendah," kata Hilsenrath.

Apabila terjadi maka akan memicu pelemahan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Pada akhir pekan ini, indeks dolar AS telah melemah 0,4%. Sedangkan imbal hasil Treasury untuk dua tahun dan lima tahun naik lagi.

Aset berisiko di pasar global jatuh dan imbal hasil Threasury melonjak pada bulan Mei. Saat itu Bernanke menyarankan stimulus moneter Fed lebih cepat menjadi akhir tahun ini. Namun pada awal Juli di hadapan Kongres, Fed menegaskan kebijakan moneter akan tetap akomodatif untuk masa mendatang.

Sementara, ekonom senior di Mizuho Bank, Vishnu Varathan mengatakan perubahan kebijakan dari pernyataan beberapa pejabat Fed menjadi gambaran rencana mereka untuk beberapa tahun ke depan. Hal itu menjadi dua senjata Fed dan juga dapat mempermainkan pasar.

"Pasar telah fokus terhadap kecepatan ekonomi AS untuk membaik. Mereka tidak menghitung apakah akan terjadi kebijakan ke arah lain dan memunculkan risiko," katanya.

Sementara analis mata uang di FXCM broker online trading, Ilya Spivak menilai jika Fed menurunkan target inflasi maka akan menekan dolar. "Karena kekhawatiran tersebut akan bergeser," katanya.

Varathan juga penilai langkah itu akan memunculkan ketidakpastian lanjutan. Pasar akan merasa frustasi dan harus menjadi volatilitas yang tentu berisiko," katanya.

Komentar

x