Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 05:19 WIB

Stimulus The Fed Dipangkas, Rupiah Tak Berkutik

Oleh : Tio Sukanto | Kamis, 20 Juni 2013 | 17:07 WIB
Stimulus The Fed Dipangkas, Rupiah Tak Berkutik
(Foto : inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, ditutup melemah 25 poin (0,252%) ke posisi 9.930/9.940 dari posisi kemarin 9.905/9.910.

Analis senior Monex Investindo Futures Albertus Christian mengatakan, pelemahan rupiah Kamis ini terutama dipicu oleh keputusan dari pertemuan Federal Open Market Comittee (FOMC) The Fed yang menunjukan adanya reduksi setimulus berupa program pembelian obligasi lebih dini. Keputusan tersebut, menopang penguatan dolar.

"Karena itu, rupiah ditutup pada level terlemahnya 9.930 setelah mencepai level terkuantya 9.914," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Christian menjelaskan, komentar dari Gubernur The Fed Ben Bernanke membuat dolar AS melonjak ke posisi terkuat dalam sepekan versus Yen. "Pasca Federal Open Market Committee mengatakan bahwa risiko perlambatan prospek ekonomi dan pasar tenaga kerja telah berkurang," tuturnya.

Dia menegaskan, pemulihan Greenback ditopang oleh komentar Ketua Fed Ben S Bernanke, yang mengatakan jika bank sentral mungkin akan
mulai mengurangi pembelian obligasi pada akhir tahun ini dan mengakhirinya pada pertengahan tahun 2014 jika ekonomi terus membaik sesuai proyeksi bank sentral.

"Tapi, pelemahan rupiah tidak terlalu dalam karena di sisi yang lain, otoritas moneter, dalam hal ini Bank Indonesia mengintervensi pasar untuk menyetabilkan mata uang," imbuhnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama termasuk terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). "Terhadap euro, dolar AS ditransaksikan menguat ke US$1,3215 dari sebelumnya US$1,3294," imbuh Christian.

Komentar

Embed Widget
x