Find and Follow Us

Kamis, 14 November 2019 | 03:54 WIB

Dow Jones Terbang Seiring Saham Boeing

Oleh : Wahid Ma'ruf | Sabtu, 8 Juni 2013 | 06:08 WIB
Dow Jones Terbang Seiring Saham Boeing
Bursa saham AS - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAH.COM, New York - Bursa saham AS menguat tajam pada Sabtu (8/6/2013) dini hari tadi. Investor merespon positif laporan tenaga kerja yang memberi sinyal Fed bisa mempertahankan stimulusnya.

Indeks Dow Jones lebih tinggi 1,3 persen ke 15.248,12, indeks S&P naik 1,2 persen ke 1.648,38 dan indeks Nasdaq naik 1,3% ke 3.469,22. Penguatan Dow mendapat dukungan dari saham Boeing dan saam Disney.

Level ini merupakan sesi terbaik untuk Dow dalam dua tahun terakhir. Untuk pekan ini , Dow naik 0,9 persen, indeks S&P menguat 0,8 persen dan indeks Nasdaq lebih tinggi 0,4%.

"Saya pikir Anda ingin mendapatkan lebih banyak siklus sebagai kenaikan pada musim panas. Ekonomi benar-benar mulai mendapatkan kabar baik," kata John Manley dari Wells Fargo Funds Management seperti mengutip cnbc.com.

Pada perdagangan Kamis (6/6/2013) indeks tertekan dengan kejatuhan dolar terhadap yen. Hal ini memberikan sinyal terhadap niat Fed untuk menghentikan program stimulus. Saat ini investor khawatir dengan perkembangan di Jepang.

Sementara data tenaga kerja AS untuk bulan Mei, ada penambahan pekerjaan baru hingga 175.000. Hal ini menunjukkan kegiatan ekonomi bergerak lamban. Namun belum meyakinkan Fed untuk melanjutkan program stimulusnya. Tingkat pengangguran naik menjadi 7,6 persen. Padahal ekonom memperkirakan tambahan pekerjaan hanya 170.000 dengan tingkat pengangguran stabil di level 7,5 persen.

Sementara mantan Gubernur Fed, Alan Greenspan menilai bank sentral harus mengantisipasi bila ekonomi tidak siap bila program stimulus berakhir. Kebijakan suku bunga nol persen membantu harga saham. Namun pasar harus mempersiapkan kenaikan lebih tinggi dari suku bunga.

Sedangkan data kredit konsumen naik menjadi US$11,1 miliar untuk bulan April. Padahal bulan Maret masih mencapai US$8,4 miliar. Ekspektasi ekonom kredit mencapai US$12,5 miliar.

Komentar

Embed Widget
x