Find and Follow Us

Jumat, 15 November 2019 | 16:47 WIB

Ekonom: Rupiah Masih Dipengaruhi Pergerakan Yen

Oleh : M.Harismarseno | Sabtu, 25 Mei 2013 | 18:00 WIB
Ekonom: Rupiah Masih Dipengaruhi Pergerakan Yen
Rupiah - (Foto : inilah.com/Wirasatria)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS selama sepekan ini stagnan di posisi Rp 9.770 per dolar AS.

"Mata uang rupiah relatif terjaga di kisaran antara Rp 9.750 hingga Rp9.770 per dolar AS," ujar Ekonom PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (25/5/2013).

Menurut Lana, pergerakan nilai tukar akan dibayangi oleh sentimen negatif terhadap kinerja neraca pembayaran yang mencatat defisit sebesar 6,6 miliar dolar AS akibat penempatan valuta asing ke luar negeri oleh pihak swasta sebesar 6,7 miliar dolar AS. Lana mengatakan, dana asing dalam bentuk portofolio dan penanaman modal langsung (PMA) masih mencatat kenaikan, tetapi keluarnya aset dari dalam negeri tersebut membuat neto neraca modal dan finansial menjadi defisit.

"Defisit neraca pembayaran itu membuat posisi cadangan devisa Indonesia turun sebesar 8 miliar dolar AS selama kuartal pertama 2013 menjadi 104,8 miliar dolar AS pada Maret," ujar Lana.

Ia memperkirakan, pergerakan rupiah juga masih akan kuat dipengaruhi pergerakan mata uang yen yang cenderung negatif. Sementara dari dalam negeri perkiraan penaikan harga BBM bersubsidi akan segera selesai, sehingga diharapkan dapat memperbaiki neraca pembayaran Indonesia dan mendorong rupiah menguat.

"Kenaikan harga BBM bersubsidi akan sedikit memperbaiki nilai tukar kurs rupiah, APBN akan menjadi sehat dan dapat memperbaiki neraca pembayaran Indonesia," tutur Lana.

Komentar

Embed Widget
x