Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 23:43 WIB

Tenaga Kerja AS Memburuk, Pasar Tiarap

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 8 April 2013 | 18:55 WIB
Tenaga Kerja AS Memburuk, Pasar Tiarap
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta IHSG dan rupiah kompak mendarat di teritori negatif. Memburuknya data non-farm payrolls AS jadi pemicunya. Meskipun, tingkat pengangguran AS membaik. Seperti apa?

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, melandainya laju rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh beredarnya laporan, Bank Sentral Jepang (BoJ) akan segera memulai program pembelian obligasinya pekan ini senilai 7 triliun yen per bulan. Kondisi ini memicu pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS dan akhirnya berdampak negatif pada semua performa mata uang di kawasan Asia termasuk rupiah.

Menurut Firman, pasar kaget karena kebijakan tersebut direalisasikan cepat setelah baru diumumkan Kamis (4/4/2013). Pasar juga yakin BoJ berkomitmen dengan target untuk mencapai inflasi 2%. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.765 dengan level terkuat 9.745 dari posisi pembukaan di level 9.750 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/4/2013).

Kurs rupiah $ terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/4/2013) ditutup melemah tipis 5 poin (0,051%) ke 9.760/9.765 dari posisi kemarin 9.755/9.760.

Tapi, lanjut dia, bagaimanapun rupiah hanya konsolidasi. Memang, data non-farm payrolls AS yang dirilis Jumat (5/4/2013) menegaskan masih rapuhnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat sehingga masih menguatkan ekspektasi akan berlanjutnya program pembelian obligasi The Fed. Non-farm Payrolls AS dirilis hanya bertambah sebanyak 88 ribu untuk Maret 2013.

Angka tersebut, jauh lebih rendah dari publikasi bulan sebelumnya 268 ribu dan lebih rendah dari prediksi 198 ribu. Di sisi lain, tingkat pengangguran AS memang turun jadi 7,6% dari 7,7%. "Tapi dengan data non-farm payrolls yang cukup mengecewakan, dapat mengisyaratkan bahwa penurunan tingkat pengangguran AS tidak stabil," papar dia.

Konsolidasinya rupiah, juga karena data-data yang dirilis Senin ini secara umum negatif. "Tapi, karena kompak negatif pengaruhnya menjagi agak netral bagi rupiah," timpal dia.

Jadi, data tenaga kerja AS buruk sehingga seharusnya memperlemah dolar AS, tapi akhir pekan lalu Mahkamah Konstitus Portugal juga menolak sebagian program kebijakan penghematan pemerintah.

Meski BoJ memberikan stimulus yang melemahkan yen dan memperkuat dolar AS, data current account Jepang cukup positif. Neraca lancar Jepang dirilis surplus 637 miliar yen dari publikasi sebelumnya defisit 364 miliar yen. "Jadi, mayoritas sentimen cenderung negatif sehingga rupiah hanya konsolidasi," tuturnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama tapi melemah tipis terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 82,65 dari sebelumnya 82,5. "Terhadap euro, dolar AS masih ditransaksikan melemah ke US$1,3009 dari sebelumnya US$1,3000 per euro," imbuh Firman.

Dari bursa saham, Satrio Utomo, kepala riset PT Universal Broker Indonesia mengatakan, tren jangka pendek IHSG, sudah berubah menjadi turun. "Tren turun ini, arahnya ke 4.8504.875. Dengan melihat level terendah 4.872,56, support IHSG sebentar lagi juga sudah tercapai," kata dia di Jakarta, Senin (8/4/2013).

Pada perdagangan Senin (8/4/2013) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ^JKSE) ditutup melemah 28,547 poin (0,58%) ke posisi 4.897,521.

Lebih jauh dia menjelaskan, berita bagusnya adalah PT Gudang Garam (GGRM.JK) sudah mencapai retracement 50%. "Begitu juga dengan PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM.JK) yang juga sudah mendekati support Rp10.300," ujarnya.

Kabar negatifnya, lanjut Satrio, PT Bank Mandiri (BMRI.JK) belum mulai turun. "Apakah memang koreksi kali ini hanya koreksi jangka pendek dan BMRI tidak ikut turun? Saya juga enggak tahu," timpal dia.

IHSG 5.000, kata dia, memang tinggal sedikit lagi. "Tapi, kalau Anda trader, Anda tidak boleh lupa bahwa aturan dasarnya adalah beli saham ketika ketika mau naik, dan jual ketika mau turun," papar dia.

Apakah Satrio mau belanja saham ketika harga mencapai retracement 50%? "Hang Seng Index (HSI) sore hari ini tutup dengan tanpa sinyal. Saya lihat besok saja kalau mau agresif. Sore ini saya hanya antre-antre di level yang sulit untuk dapat," imbuhnya.

Komentar

Embed Widget
x