Find and Follow Us

Sabtu, 7 Desember 2019 | 06:07 WIB

Jepang Eksekusi Stimulus, Rupiah Melandai

Oleh : Ahmad Munjin | Senin, 8 April 2013 | 17:05 WIB
Jepang Eksekusi Stimulus, Rupiah Melandai
inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (8/4/2013) ditutup melemah tipis 5 poin (0,051%) ke 9.760/9.765 dari posisi kemarin 9.755/9.760.

Analis senior Monex Investindo Futures Zulfirman Basir mengatakan, melandainya laju rupiah awal pekan ini salah satunya dipicu oleh beredarnya laporan, Bank Sentral Jepang (BoJ) akan segera memulai program pembelian obligasinya pekan ini senilai 7 triliun yen per bulan. Kondisi ini memicu pelemahan yen Jepang terhadap dolar AS dan akhirnya berdampak negatif pada semua performa mata uang di kawasan Asia termasuk rupiah.

Menurut Firman, pasar kaget karena kebijakan tersebut direalisasikan cepat setelah baru diumumkan Kamis (4/4/2013). Pasar juga yakin BoJ berkomitmen dengan target untuk mencapai inflasi 2%. "Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah mencapai level terlemahnya 9.765 dengan level terkuat 9.745 dari posisi pembukaan di level 9.750 per dolar AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (8/4/2013).

Tapi, lanjut dia, bagaimanapun rupiah hanya konsolidasi. Memang, data non-farm payrolls AS yang dirilis Jumat (5/4/2013) menegaskan masih rapuhnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat sehingga masih menguatkan ekspektasi akan berlanjutnya program pembelian obligasi The Fed. Non-farm Payrolls AS dirilis hanya bertambah sebanyak 88 ribu untuk Maret 2013.

Angka tersebut, jauh lebih rendah dari publikasi bulan sebelumnya 268 ribu dan lebih rendah dari prediksi 198 ribu. Di sisi lain, tingkat pengangguran AS memang turun jadi 7,6% dari 7,7%. "Tapi dengan data non-farm payrolls yang cukup mengecewakan, dapat mengisyaratkan bahwa penurunan tingkat pengangguran AS tidak stabil," papar dia.

Konsolidasinya rupiah, juga karena data-data yang dirilis Senin ini secara umum negatif. "Tapi, karena kompak negatif pengaruhnya menjagi agak netral bagi rupiah," timpal dia.

Jadi, data tenaga kerja AS buruk sehingga seharusnya memperlemah dolar AS, tapi akhir pekan lalu Mahkamah Konstitus Portugal juga menolak sebagian program kebijakan penghematan pemerintah.

Meski BoJ memberikan stimulus yang melemahkan yen dan memperkuat dolar AS, data current account Jepang cukup positif. Neraca lancar Jepang dirilis surplus 637 miliar yen dari publikasi sebelumnya defisit 364 miliar yen. "Jadi, mayoritas sentimen cenderung negatif sehingga rupiah hanya konsolidasi," tuturnya.

Alhasil, dolar AS menguat terhadap mayoritas mata uang utama tapi melemah tipis terhadap euro (mata uang gabungan negara-negara Eropa). Indeks dolar AS menguat ke 82,65 dari sebelumnya 82,5. "Terhadap euro, dolar AS masih ditransaksikan melemah ke US$1,3009 dari sebelumnya US$1,3000 per euro," imbuh Firman.

Komentar

Embed Widget
x