Find and Follow Us

Sabtu, 25 Januari 2020 | 12:25 WIB

Inilah Sentimen Bursa Regional Sepekan

Oleh : Ahmad Munjin | Minggu, 7 April 2013 | 15:01 WIB
Inilah Sentimen Bursa Regional Sepekan
Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities - (Foto: inilah.com)
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Dalam sepekan, indeks saham Asia melaju variatif-turun dan bursa Eropa berakhir negatif. Bursa saham AS melaju datar-turun. Inilah sentimen yang mempengaruhinya.

Reza Priyambada, Kepala Riset Trust Securities mengatakan, indeks saham Asia variatif cenderung melemah kecuali Nikkei yang masih mampu menghijau hingga akhir pekan. "Variatifnya laju indeks saham Asia setelah merespons pelemahan indeks manufaktur AS," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan ini.

Hang Seng Index (HSI) sempat rebound setelah saham-saham pengembang menguat dan juga saham-saham migas yang naik setelah keluar laporan kenaikan konsumsi minyak di Februari. "Namun, di akhir pekan anjlok dengan kekhawatiran epidemik dari wabah flu burung," ujarnya.

Indeks Shanghai dan KOSPI tercatat negatif seiring meningkatnya tensi politik di Semenanjung Korea. Padahal rilis HSBC Manufacturing PMI China dan trade balance Korea Selatan tercatat naik. Nikkei sempat negatif dengan rilis survey indeks Tankan Manufaktur dan Business Sentiment yang lebih rendah dari estimasi.

Namun, Nikkei menguat signifikan setelah hasil pertemuan Bank of Japan (BoJ) mensinyalkan memperpanjang pembelian obligasi jangka panjang. "Keputusan ini diambil di bawah pimpinan Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, yang beberapa bulan lalu baru dilantik," tuturnya.

Bursa saham Eropa selama sepekan harus berakhir negatif. Padahal di awal pekan sempat menghijau setelah dibuka pascalibur dengan sentimen rilis kenaikan tipis Markit Manufacturing PMI Perancis dan Inggris; turunnya inflasi di Jerman; turunnya tingkat pengangguran di Italia dan Austria; dan turunnya yield obligasi Spanyol dan Italia.

Di sisi lain, indeks saham Siprus melemah setelah pelaku pasar merespons negatif rencana pembatasan penarikan dana harian sebesar 300 euro atau setara US$385 di bank dan pelarangan transfer dana ke luar rekening negara tersebut.

Pergerakan indeks saham Eropa dipengaruhi aura berbagai macam sentimen negatif antara lain kenaikan di bawah estimasi data PMI Construction Inggris dan tetapnya inflation rate tahunan zona Euro. "Lalu, komentar Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi, bahwa pemilihan ekonomi zona euro tahun ini tidak terlepas dari downside risk yang menyertainya sehingga menimbulkan persepsi negatif terhadap outlook kinerja emiten di kuartal II-2013," paparnya.

Begitu pun dengan penurunan data Markit Services PMI pada sejumlah negara di zona euro dan producer price index zona euro. "Tetapi, pelemahan masih terbatas dengan adanya rilis tetapnya suku bungan ECB di level 0,75% dan BoE di level 0,50%; kenaikan Markit Service PMI Inggris; dan penurunan yield obligasi Spanyol dari 4,9% menjadi 4,48%," ungkap dia.

Indeks saham AS selama sepekan bergerak sideways cenderung negatif meski sempat naik setelah merespon rilis kenaikan data factory orders dan economic optimism(MoM) dan anggapan masalah krisis Siprus mulai mereda setelah tercapainya kesepakatan perpanjangan bailout hingga 2018. "Tetapi, sempat juga terganjal rilis pertumbuhan indeks manufaktur markit PMI yang lebih lambat dari perkiraan dan penurunan indeks ISM Manufacturing," tandas dia.

Di sisi lain, naiknya indeks construction spending(MoM) belum mampu mengangkat indeks. Sementara itu, sentimen negatif lainnya datang dari rilis penurunan data MBA Mortgage Applications; data ISM Non-Manufacturing PMI; data ADP Employment Change yang dirilis di bawah ekspektasi kenaikan; dan kenaikan klaim pengangguran mingguan.

Telah overboughtnya indeks saham AS dan rilis data-data yang di bawah estimasi dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking. Pelemahan sedikit tertahan dengan merespons langkah bank sentral utama di Jepang dan Eropa yang akan memperpanjang program stimulusnya. Perpanjangan stimulus untuk menopang perekonomian yang diikuti dengan The Fed yang dalam pidatonya mengatakan akan tetap memperpanjang program pembelian obligasinya sebagai stimulus untuk menopang perekonomian AS.

Komentar

x