Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 00:24 WIB

Bisnis Voice Topang Pendapatan BTEL Jadi Rp2,9 T

Oleh : Wahid Ma'ruf | Kamis, 28 Maret 2013 | 20:34 WIB
Bisnis Voice Topang Pendapatan BTEL Jadi Rp2,9 T
ist
facebook twitter

INILAH.COM< Jakarta - Tahun 2012, 50,8% pendapatan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) ditopang pendapatan dari bisnis voice sebesar Rp1,51 triliun.

Total pendapatan perseroan mencapai Rp2,97 triliun, mengalami penurunan sekitar 6,9% dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp3,19 triliun. Sedangkan bisnis data tumbuh 142% dari Rp 143 miliar di tahun 2011menjadi Rp 346 miliar diakhir 2012.

"Kami gembira bahwa pendapatan dari bisnis data terus mengalami pertumbuhan. Hal ini tentunya sejalan dengan tren industri telekomunikasi yang mulai mengarah ke bisnis data," jelas Chief Executive Officer BTEL, Jastiro Abi dala keterangan resmi di Jakarta, Kamis (28/3/2013)

Di tahun 2012, rata-rata pendapatan per pelanggan (blended ARPU) BTEL juga mengalami kenaikan dari Rp 20 ribu per bulan menjadi Rp 21 ribu per bulan. Adapun total pelanggan BTEL di akhir tahun 2012 mencapai 11,66 juta pelanggan.

Abi mengatakan, ditengah persaingan sektor telekomunikasi yang sangat ketat, pendapatan perusahaan 2012 relatif stabil. Hal ini terbukti dari pencapaian di tahun 2012 yang tidak berbeda jauh dibandingkan tahun 2011. "Kami bersyukur ditengah persaingan industri yang ketat, BTEL tetap mampu mempertahankan pendapatan dengan cukup baik. Hal ini menunjukkan bahwa BTEL masih memiliki pasar yang cukup solid di industri telekomunikasi Indonesia," katanya.

Laba sebelum bunga, pajak depresiasi dan amortisasi (EBITDA) BTEL di tahun 2012 mencapai Rp 961,3 miliar, turun dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp1,14 triliun. Namun, di tahun 2012 perusahaan masih mengalami rugi bersih sebesar Rp3,13 triliun. Sementara di tahun 2011, nilai kerugian perusahaan tercatat Rp782,7 miliar.

Abi menjelaskan, besarnya nilai kerugian tersebut merupakan bagian dari upaya BTEL untuk membersihkan aset-aset yang tidak produktif. Sehingga ke depan, diharapkan kinerja BTEL akan semakin solid dan tidak akan lagi dibebani oleh aset-aset tidak produktif tersebut.

Komentar

Embed Widget
x