Find and Follow Us

Jumat, 6 Desember 2019 | 23:25 WIB

Satriawan

Di Sektor Semen, INTP Paling Menarik

Oleh : Ahmad Munjin | Rabu, 6 Maret 2013 | 03:00 WIB
Di Sektor Semen, INTP Paling Menarik
inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta Saham INTP dinilai paling potensial menguat di antara tiga saham semen. Setelah menembus level konfirmasi Rp22.200, saham ini punya tenaga ke Rp3.000 per saham. Seperti apa?

Satriawan, analis dari Mandiri Sekuritas mengatakan, setelah saham SMCB dan SMGR naik, INTP yang paling menarik. Sebab, INTP paling bepeluang menguat signifikan. Dia menilai positif saham ini karena mampu melewati harga Rp22.000 dan Rp22.200 yang merupakan resistance konfirmasi.

Sebelumnya, INTP masih dalam rentang konsolidasinya. Dia memperkirakan, INTP akan kembali reli dengan target penguatan berikutnya ke Rp23.000. "Jadi, reli INTP akan mirip dengan reli SMCB seminggu yang lalu. Level support INTP di angka Rp21.500. Dari tiga saham semen, untuk beli saya lebih suka INTP," katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Selasa (5/3/2013) saham PT Semen Indonesia (SMGR.JK) ditutup menguat Rp150 (0,83%) ke Rp18.050; PT Holcim Indonesia (SMCB.JK) melemah Rp25 (0,68%) ke Rp3.600; dan PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP.JK) stagnan di Rp22.400 per saham. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Di sektor semen, hanya saham SMGR yang menguat kemarin. Bagaimana Anda melihat potensi laju saham di sektor semen hingga akhir pekan ini?

Peluang penguatan di saham-saham sektor semen hanya di dua saham yakni SMGR dan terutama INTP.

Mengapa hanya SMGR dan INTP?

Sebab, secara teknikal, saham SMCB memang sudah kelihatan mahal. SMCB sudah rally sejak awal pekan lalu dari Rp3.200 dan dalam tiga hari naik sangat kencang ke Rp3.700-an dan terus menguat sehingga tembus ke atas Rp3.800 dengan tertinggi Rp3.825. Karena itu, saya melihat, relinya sudah cukup. Karena itu, dalam sepekan ke depan, cenderung koreksi terlebih dahulu.

Di level berapa pemodal bisa masuk kembali di saham SMCB?

Pemodal baru bisa masuk lagi di sekitar Rp3.500. Untuk saat ini, kami lebih suka take profit dulu untuk SMCB-nya. Untuk sepekan kedepan, resistance SMCB di Rp3.900 dan jika terkoreksi, SMCB punya support di Rp3.500. Di level ini baru bisa masuk. Jika memaksakan beli di level sekarang, agak riskan.

Bagaimana dengan SMGR?

SMCB berbeda dengan SMGR yang baru mengalami penguatan. Karena itu, dalam sepekan ke depan, masih ada potensi penguatan. Karena itu, SMGR sudah menembus resistance Rp17.700 dan 18.000. Apalagi, harga saham SMGR sudah ketinggalan dan posisi IHSG saat ini sedang bagus-bagusnya. Sementara itu, support SMGR di level 16.500. Saya rekomendasikan buy untuk SMGR karena masih reli.

INTP sendiri?

Setelah SMCB naik, INTP yang paling menarik. Sebab, INTP paling bepeluang menguat signifikan. Saham ini bagus karena mampu melewati harga Rp22.000 dan Rp22.200. Dua angka itu merupakan resistance konfirmasi. Sebelumnya, INTP masih dalam rentang konsolidasinya.

Setelah Rp22.000 dan Rp22.200 terlampaui, INTP akan kembali reli dengan target penguatan berikutnya ke Rp23.000. Jadi, reli INTP akan mirip dengan reli SMCB seminggu yang lalu. Level support INTP di angka Rp21.500. Dari tiga saham semen, untuk beli saya lebih suka INTP.

Komentar

Embed Widget
x